Mixue Tutup 428 Gerai Luar Negeri, RI dan Vietnam Kena Imbas

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan minuman teh susu dan es krim asal China Mixue menutup ratusan gerai di pasar luar negeri sepanjang tahun lalu. Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara yang paling terdampak dalam langkah efisiensi tersebut.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat jumlah gerai internasional Mixue menyusut 428 unit sepanjang 2025.

Penurunan itu terjadi saat perusahaan mulai merapikan operasional bisnis waralaba di luar China dan menyeleksi gerai-gerai yang dinilai kurang efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan saat ini fokus mengoptimalkan operasional gerai-gerai yang sudah ada agar bisa berjalan stabil, berkelanjutan, dan bertahan untuk jangka panjang," demikian disampaikan manajemen Mixue dalam laporan keuangan terbaru perusahaan, melansir VN Express.

Artinya, perusahaan kini tidak lagi semata mengejar pembukaan gerai baru sebanyak mungkin, melainkan mulai fokus memastikan outlet yang sudah berdiri benar-benar menghasilkan dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Mixue tidak merinci berapa jumlah gerai yang ditutup di Indonesia maupun Vietnam. Namun kedua negara itu memang selama ini menjadi dua pasar terbesar Mixue di luar China.

[Gambas:Youtube]

Vietnam tercatat memiliki 1.304 gerai per September 2024, sementara Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan ekspansi waralaba tercepat sejak beberapa tahun terakhir.

Di Vietnam, Mixue sedang mempercepat perubahan model bisnis dari format gerai kecil tradisional menjadi outlet yang lebih besar dan berada di lokasi yang lebih strategis.

Gerai-gerai baru dibuat dengan area persiapan lebih luas, tampilan langsung menghadap jalan, serta kapasitas pelayanan yang lebih besar dibanding model lama.

Langkah penataan serupa diduga ikut memengaruhi evaluasi terhadap gerai-gerai lama di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang selama ini dipenuhi outlet berukuran kecil dengan pola ekspansi agresif.

Meski menutup ratusan gerai di sejumlah negara, Mixue tetap memperluas jejak bisnis di pasar lain. Perusahaan membuka ekspansi baru di Amerika Serikat dan Kazakhstan, serta masuk ke Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda bernama Lucky Cup.

Secara global, Mixue masih tercatat sebagai jaringan makanan dan minuman terbesar di dunia berdasarkan jumlah toko. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan memiliki 59.823 gerai di seluruh dunia, dengan 55.356 di antaranya berada di China daratan.

Dominasi itu ditopang model bisnis harga murah yang selama ini menjadi kekuatan utama Mixue. Produk seperti lemonade, es krim, milk tea, hingga fruit tea dijual dengan harga rendah karena perusahaan mengendalikan rantai pasok dari produksi bahan baku, logistik, riset pengembangan, hingga kontrol kualitas.

Strategi harga terjangkau tersebut membuat Mixue tumbuh sangat cepat di Asia Tenggara, terutama di segmen minuman murah. Namun setelah fase ekspansi besar-besaran, perusahaan kini mulai masuk tahap konsolidasi dengan menata ulang jaringan gerai agar lebih sehat secara bisnis.

Meski jumlah toko luar negeri menyusut, kinerja keuangan Mixue justru masih tumbuh kuat. Pendapatan perusahaan tahun lalu melonjak 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan atau sekitar Rp84,92 triliun (asumsi kurs Rp2.527 per yuan China) sedangkan laba bersih naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan atau Rp14,98 triliun.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |