Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan selamat dari dua serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut disebut terjadi di rumah pemimpin pendahulunya yang juga ayahnya, Ali Khamenei, serta di sebuah rumah sakit.
Anggota parlemen Iran Mohammadreza Rezaei Kouchi mengatakan Mojtaba berada di rumah Khamenei saat serangan pertama terjadi.
"Namun, dia lolos dari pembunuhan," kata Rezaei dalam laporan media pemerintah Iran IRNA yang dikutip Iran International, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan lain dari AS-Israel juga disebut menargetkan rumah sakit tempat Mojtaba dirawat. Namun, kedua negara itu kembali gagal mencapai tujuan mereka untuk membunuhnya.
Sebelumnya, Mojtaba sempat dikabarkan mengalami luka dalam serangan pada hari pertama operasi militer AS dan Israel.
Media pemerintah televisi Iran melaporkan Mojtaba "terluka dalam perang Ramadan," tetapi tidak merinci jenis luka yang dimaksud.
Media Amerika Serikat The New York Times yang mengutip tiga pejabat Iran juga melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka.
Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menduga Mojtaba terluka akibat serangan yang dilakukan pada 28 Februari.
Putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang juga penasihat pemerintah, Yousef Pezeshkian, kemudian menyampaikan bahwa Mojtaba memang sempat mengalami luka.
"Saya mendengar kabar Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya sudah tanya ke beberapa teman yang mengetahui masalah itu. Mereka bilang kepada saya, terima kasih Tuhan, dia selamat dan sehat," kata Yousef, dikutip AFP, pekan lalu.
Mojtaba sendiri baru terpilih sebagai pemimpin tertinggi terbaru Iran menggantikan Khamenei dalam pemungutan suara di Majelis Ahli pada awal pekan ini.
(ldy/mik)
Add
as a preferred source on Google


















































