Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain Timnas Iran menyanyikan lagu kebangsaan saat takluk 0-4 dari Australia di fase grup Piala Asia Wanita 2026, Kamis (5/3).
Bukan hanya menyanyikan lagu kebangsaan, 'Mehr-e Khavaran', anak asuh Marizyeh Jafari, juga memberi hormat saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
Pemandangan ini kontras dengan apa yang terlihat di laga pertama saat Iran takluk 0-3 dari Korea Selatan, 2 Maret lalu. Ketika itu, seluruh pemain dan staf pelatih melakukan aksi diam saat lagu kebangsaan diputar di tengah situasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari media Australia ABC, koresponden Iran International TV, Alireza Mohebbi mengklaim bahwa rezim pemerintahan Iran yang memaksa para pemain menyanyikan lagu kebangsaan.
"Sanga jelas bahwa rezim Republik Islam dan tim keamanan yang bersama para pemain di Australia memaksa mereka untuk menyanyikan lagu kebangsaan," ujar Mohebbi.
"Pada pertandingan pertama melawan Korsel mereka tidak melakukanya tetapi sekarang dengan semua tekanan dan media yang menyebarkan berita ke seluruh dunia, sangat jelas bahwa rezim mendorong mereka tidak hanya untuk menyanyikan lagu kebangsaan tetapi juga memberi hormat. Tidak diragukan lagi," katanya melanjutkan.
Dalam laga melawan Australia yang berlangsung di Robina Stadium, Gold Coast, Iran sudah tertinggal 0-3 di babak pertama. Tiga gol itu dijaringkan oleh Amy Sayer, Mary Fowler dan Alanna Kennedy.
Satu gol tambahan kemudian dicetak Australia melalui gol kedua Kennedy yang membuat Iran takluk empat gol tanpa balas. Hasil itu membuat Iran dipastikan tersingkir di fase grup Piala Asia Wanita 2026.
(jal/ptr)


















































