NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

NASA mengalihkan misi mereka untuk menuju Planet Mars dalam waktu dekat. Untuk merealisasikan hal tersebut, NASA menyiapkan pesawat bertenaga nuklir.

Administrator NASA Jared Isaacman, dalam sebuah acara di Washington D.C, mengungkap salah satu rencana mereka adalah meluncurkan kendaraan Mars bertenaga nuklir yang sepenuhnya baru pada tahun 2028.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isaacman menamai misi Mars tahun 2028 tersebut sebagai Space Reactor-1 Freedom, atau SR-1 Freedom. Misi ini akan menjadi misi pertama yang menggunakan teknologi propulsi listrik nuklir di luar angkasa.

Isaacman telah menjadi pendukung vokal teknologi ini, yang menawarkan mesin-mesin yang sangat efisien dan ideal untuk menggerakkan misi-misi ke ruang angkasa jauh. Namun, teknologi ini menghadirkan tantangan desain yang rumit dan berpotensi menimbulkan biaya tinggi, belum lagi risiko yang terkait dengan peluncuran sistem nuklir, seperti paparan radiasi.

Misi SR-1 Freedom bertujuan untuk mencapai lebih dari sekadar mewujudkan propulsi listrik nuklir. Wahana tersebut akan melaksanakan tujuan yang sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari misi yang diusulkan bernama Skyfall.

Misi ini dirancang untuk mendaratkan helikopter di permukaan Mars yang dapat mengikuti jejak Ingenuity, wahana pertama yang berhasil melakukan penerbangan terkendali di Mars.

Temuan dari misi SR-1 Freedom akan menjadi dasar bagi rencana NASA untuk membangun reaktor fusi di permukaan bulan. Reaktor ini dapat memasok listrik ke pangkalan bulan baik pada siang maupun malam hari di bulan. NASA sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk meluncurkan reaktor semacam itu pada tahun 2030.

Steven Sinacore, pejabat eksekutif program NASA untuk Fission Surface Power dan misi SR-1 Freedom, mengatakan bahwa ia memperkirakan perlu memperkenalkan teknologi semacam itu kepada masyarakat umum guna meredakan kekhawatiran.

"Saya rasa kita memang harus meningkatkan kesadaran masyarakat, atau setidaknya menjelaskan kepada mereka apa sebenarnya hal ini," kata Sinacore, melansir CNN, Rabu (25/3).

"Pada akhirnya - ini aman. Di permukaan, reaktornya dalam keadaan mati. Tidak ada radiasi yang keluar darinya. Reaktor itu sebenarnya baru aktif saat sudah berada di luar angkasa, dan dari situlah radiasi berasal," lanjut dia.

Penundaan stasiun antariksa

Isaacman juga sempat menyinggung bahwa pihaknya bakal menunda pembangunan stasiun luar angkasa di Bulan. Sedianya, NASA berencana membangun stasiun luar angkasa di Bulan setelah International Space Station (ISS) pensiun pada 2031.

"Pangkalan bulan tidak akan terbentuk dalam semalam," kata Isaacman.

Isaacman mengungkapkan bahwa NASA akan menunda rencana kerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan stasiun luar angkasa Gateway, yang akan mengorbit Bulan.

Stasiun luar angkasa Gateway dirancang sebagai sarana untuk mendukung perjalanan ke permukaan Bulan, serta misi ke tujuan yang lebih jauh. Stasiun tersebut akan berfungsi sebagai titik persinggahan di orbit Bulan untuk mengoordinasikan perjalanan kargo dan awak.

Menurutnya badan tersebut akan memanfaatkan sumber daya Gateway yang ada untuk keperluan lain, termasuk pembangunan pangkalan Bulan.

Isaacman mengatakan bahwa NASA akan berupaya meningkatkan secara drastis jumlah pendarat robotik yang mengangkut muatan dan instrumen ilmiah ke Bulan, dengan target agar pendaratan dapat dilakukan setiap bulan.

(wpj/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |