OpenAI Mau Kembangkan Teknologi AI Militer Canggih, ChatGPT Ditinggal

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan OpenAI untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) militer bersama pemerintah Amerika Serikat menuai kontroversi dan memicu gelombang protes dari pengguna ChatGPT.

Langkah ini diambil setelah Anthropic, pengembang Claude, mundur dari kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) karena alasan keamanan dan keselamatan. Sebagian pengguna mulai meninggalkan ChatGPT dan beralih ke layanan AI lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Techradar, reaksi negatif juga terlihat di berbagai media sosial dan forum seperti Reddit, di mana sejumlah pengguna membagikan panduan cara menghapus akun serta data mereka. Sebagian lainnya menuding OpenAI mengabaikan etika dan "menggadaikan jiwa" dengan mengizinkan teknologinya digunakan oleh militer AS.

Investor teknologi Aidan Gold bahkan menyoroti bahwa OpenAI sebelumnya sempat mendukung sikap keamanan Anthropic, sebelum akhirnya menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Perang (DoW).

"Biarkan saya jelaskan, Anthropic menolak bekerja sama dengan DoW kecuali mereka dapat menjamin bahwa teknologinya tidak digunakan untuk pengawasan atau pembunuhan. DoW menyatakan bahwa mereka membutuhkan akses penuh," kata Aidan dalam cuitannya di X, Sabtu (28/2).

"Anthropic menolak memberikan akses penuh. OpenAI mendukung Anthropic dalam memastikan keamanan AI. Trump kemudian membatalkan semua penggunaan Anthropic di seluruh pemerintahan, termasuk kontrak senilai $200 juta. OpenAI kemudian mengajukan penawaran untuk menggantikan Anthropic," lanjut dia.

Isu etika kecerdasan buatan telah lama menjadi perdebatan. Banyak model AI populer dilatih menggunakan data dalam jumlah besar yang menuai kontroversi hak cipta.

Selain itu, AI juga dinilai berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja massal dan mengonsumsi energi dalam skala besar.

[Gambas:Twitter]

Pekan lalu, Anthropic secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap penggunaan AI untuk "pengawasan massal" dan "senjata otonom sepenuhnya."

Perusahaan itu menilai perlu batasan dan jaminan keamanan yang jelas, namun pemerintah Donald Trump disebut tidak bersedia menyetujui persyaratan tersebut.

Masuknya OpenAI ke dalam kesepakatan ini menambah dinamika baru. Perusahaan tersebut mengklaim perjanjiannya dengan militer AS memuat jaminan keamanan lebih kuat dibandingkan proposal yang ditolak Anthropic, termasuk pembatasan terkait pengawasan massal dan senjata otonom.

OpenAI juga menyatakan akan menerapkan prinsip-prinsip pengamanan tersebut ke depannya.

Meski begitu, sejumlah pengguna ChatGPT tetap skeptis, terutama terhadap frasa "untuk semua tujuan yang sah" dalam perjanjian tersebut yang dianggap multitafsir.

Claude melonjak di App Store

Di tengah polemik ini, Claude justru mengalami lonjakan popularitas. Aplikasi tersebut kini menduduki peringkat pertama di tangga unduhan Apple App Store di Amerika Serikat.

Menurut laporan TechCrunch, peningkatan pengguna Claude terjadi setelah pengumuman bahwa Anthropic batal mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS. Hambatan utama disebut berkaitan dengan kurangnya jaminan soal pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom.

Sementara itu, OpenAI dikabarkan menggantikan posisi Anthropic dalam kerja sama tersebut. Perusahaan itu menyebut pemerintah AS telah memberikan jaminan bahwa "prinsip keamanan" akan tetap dipatuhi.

Namun, di forum komunitas ChatGPT di Reddit, banyak pengguna mengaku berhenti menggunakan aplikasi tersebut karena arah kebijakan OpenAI yang dinilai semakin "gelap." Sebagian memilih beralih ke Claude sebagai alternatif.

Masih digunakan pemerintah

Meski Anthropic menolak menandatangani perjanjian, Claude, model AI milik Anthropic, dilaporkan masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pemerintah AS.

Hal ini menuai kritik dari Presiden AS itu Donald Trump, yang dalam pernyataannya melalui The Guardian menyebut Anthropic sebagai perusahaan "radikal kiri" dan meminta lembaga pemerintah segera menghentikan penggunaan Claude.

Menurut laporan The Wall Street Journal, operasi militer AS di Iran dalam beberapa hari terakhir juga didukung teknologi AI dari Anthropic. Gedung Putih dan sejumlah lembaga keamanan, termasuk Komando Pusat AS di Timur Tengah, disebut masih memanfaatkan Claude secara luas.

WSJ menambahkan, peralihan penuh ke ChatGPT diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan. Menariknya, di saat pemerintah AS mempertimbangkan transisi tersebut, banyak konsumen sipil justru bergerak ke arah sebaliknya meninggalkan ChatGPT dan mencoba alternatif lain seperti Claude.

Perdebatan mengenai etika dan batasan penggunaan AI pun diperkirakan akan terus berlanjut, seiring semakin besarnya peran teknologi ini dalam sektor pertahanan maupun kehidupan sehari-hari.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |