Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Fraksi PAN sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia menilai langkah cepat pemerintah sangat krusial untuk mengamankan jalur perdagangan minyak dunia, terutama di Selat Hormuz yang menjadi titik vital distribusi global.
Putri menyebut pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai pasokan BBM yang aman menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi. Menurutnya, pemerintah telah memiliki skenario mitigasi yang matang, termasuk diversifikasi sumber impor energi.
"Langkah pemerintah memastikan cadangan energi tetap aman adalah sinyal positif. Adanya kerja sama strategis antara Pertamina dengan perusahaan global seperti Chevron dan ExxonMobil memastikan jalur suplai alternatif tetap terbuka jika terjadi gangguan distribusi dunia," ujar Putri dalam keterangannya, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski pasokan terjamin, Putri mengingatkan adanya tantangan besar dari sisi harga. Saat ini, harga minyak dunia telah menyentuh kisaran USD 80 per barel. Lonjakan ini berisiko menekan APBN, khususnya pada pos subsidi dan kompensasi energi.
"Tantangan utamanya bukan sekadar ketersediaan pasokan, tapi potensi lonjakan harga yang bisa menekan daya beli masyarakat jika tidak dikelola secara hati-hati," katanya.
Lebih jauh, Putri menegaskan bahwa Fraksi PAN mendukung penuh langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan APBN dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap pengambilan kebijakan.
Sebagai pimpinan Komisi XII, Putri memastikan pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara kolaboratif bersama Kementerian ESDM dan Pertamina. Tujuannya agar stok BBM nasional tetap terjaga dan strategi pengadaan berjalan efektif di tengah dinamika geopolitik.
Di sisi lain, ia menilai situasi global saat ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan lifting migas dan percepatan transisi energi terbarukan.
"Pemerintah telah menunjukkan kesiapsiagaan. Tugas kita bersama adalah memastikan stabilitas tetap terjaga dan rakyat tidak terbebani. PAN berdiri bersama pemerintah untuk menjaga energi nasional tetap aman sekaligus memastikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat," tutup Putri.
(rea/rir)


















































