Pangsa Pasar Bank Syariah RI Disebut Tembus 9 Persen Berkat Merger BSI

9 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia disebut tembus 9 persen berkat hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI).

Wakil Direktur BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan sebelum bank syariah pelat merah itu hadir, pangsa pasar perbankan syariah hanya sekitar 6 persen.

"Perbankan syariah itu market share-nya hanya sekitar 9 persen Nah, dengan market share sejakBSI ada, Pak, sebelumBSI ada, itu sekitar 6 persen," terang Anggoro dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat hal itu, Anggoro menilai BSI merupakan game changer industri keuangan syariah.

Namun, Anggoro menilai industri perbankan syariah masih menghadapi tantangan. Salah satunya, terkait peningkatan inklusi keuangan syariah.

"Literasi keuangan syariah sudah naik sekarang 43 persen, tapi inklusi hanya naik dari 12 persen jadi sekarang 13,7 persen selama tiga tahun terakhir," ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai pemerintah harus turut serta dalam membesarkan industri keuangan syariah.

Ia pun menyampaikan ketika ketiga anak usaha bank BUMN tersebut berdiri masing-masing, justru tak ada yang bisa masuk ke dalam daftar 20 bank terbesar di Indonesia.

"Memang size-nya harus besar bank itu harus besar, modalnya harus kuat. Kalau dia butuh ekspansi dia butuh capital, kalau capital gak cukup, gak mungkin. Contoh Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah tumbuh sekarang. Begitu merger tumbuhnya cepat," ujar Anggito di tempat yang sama.

Terbaru, industri keuangan syariah juga mempunyai perbankan baru, yakni Bank Syariah Nasional (BSN) yang merupakan hasil merger Bank Victoria Syariah bersama unit usaha syariah (UUS) BTN. Menurut Anggito, dengan modal aset sekitar Rp70 triliun, BSN bisa tumbuh dengan cepat.

Menurut Anggito, pemerintah bisa mengintervensi melalui pendorongan merger unit usaha syariah (UUS) milik bank pembangunan daerah (BPD).

"Saya lagi berpikir, BPD syariah kalau merger, (aset) lebih dari Rp100 triliun," terangnya.

Sementara, BSI adalah hasil merger dari BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah. Saat ini, BSI menjadi bank dengan aset terbesar ke-6 di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Read Entire Article
Entertainment |