Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk menangani pendangkalan sungai dan muara yang terjadi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatra.
Satgas ini disiapkan sebagai langkah teknis untuk mempercepat pengerukan kuala sekaligus memanfaatkan sumber air di kawasan muara.
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pembentukan Satgas Kuala telah diputuskan setelah koordinasi dengan pimpinan TNI dan akan segera dijalankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah berkoordinasi dengan Wakil Panglima dan KSAD, hari ini kami membentuk Satgas Kuala. Satgas ini terdiri dari dua komposisi, yaitu untuk pendalaman kuala dan untuk pemanfaatan air yang ada di kawasan kuala" ujar Sjafrie saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan rumah hunian sementara bagi korban bencana yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Sjafrie menjelaskan kapal-kapal yang dikerahkan dalam Satgas Kuala tidak hanya digunakan untuk pengerukan sedimen, tetapi juga dilengkapi dengan sistem pengolahan air.
"Pada dua komposisi kapal tersebut akan dipasang water treatment system, sehingga air yang ada di kuala bisa diambil, diolah, dan dimanfaatkan sebagai air jernih," kata Sjafrie.
Sjafrie menambahkan pembentukan Satgas Kuala dilakukan pada Kamis (1/1) dan ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dua pekan.
"Hari ini Satgas Kuala resmi dibentuk. Dua minggu ke depan kami akan mulai operasional, dimulai dari Kuala Simpang," ujarnya.
Rencana pembentukan Satgas Kuala ini dibahas di depan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri. Pemerintah menilai pendangkalan muara sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir karena menghambat aliran air ke laut serta menyulitkan mobilisasi alat berat saat penanganan bencana.
Prabowo menyatakan normalisasi kuala dan sungai perlu dilakukan sebagai operasi teknik berskala besar dengan melibatkan kementerian teknis, TNI, pemerintah daerah, kalangan akademisi, hingga dunia usaha.
"Jadi kuala-kuala itu kita akan normalisasi, kita bongkar itu ya. Sudah berapa saat yang lalu sudah sampaikan, saya sudah setuju," tutur Prabowo dalam kesempatan yang sama.
Prabowo juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta dalam pemanfaatan hasil pengerukan selama memberikan manfaat langsung bagi daerah.
"Itu saya kira bagus sekali. Jadi akses sungai-sungai bisa bermanfaat bagi kita. Sekaligus kita menghadapi kemungkinan cuaca yang ekstrem ya, kita sudah siap. Saya sangat setuju dengan gagasan itu. Tinggal nanti dirumuskan bagaimana kita laksanakannya," tutur Prabowo.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan karakter sedimen di kawasan kuala sangat masif dan luas, sehingga penggunaan kapal pengeruk dengan daya sedot besar dinilai lebih efektif dibandingkan alat berat konvensional.
(del/har)

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354665/original/013548500_1758261702-IMG-20250919-WA0005.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326205/original/048148200_1756092105-IMG-20250825-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354825/original/018518100_1758265848-pongki_barata_csm_3.jpg)







