Peran Penting Try Sutrisno di Balik Sejarah Emas Olimpiade 1992

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Bulutangkis Indonesia berduka atas wafatnya Jenderal TNI Purn Try Sutrisno. Ia berperan penting dalam prestasi bulutangkis, termasuk dua medali emas Olimpiade 1992.

Berdasarkan kabar dari eks Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya, almarhum mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 06.58 WIB.

"Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 02 Maret 2026 pkl 06.58 di RSPAD Gatot Soebroto," ujar pria yang sebelumnya dikenal sebagai dokter kepresidenan tersebut lewat pesan singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepergian Wapres ke-6 RI Try Sutrisno turut membuat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kehilangan besar. Pasalnya, sejumlah prestasi dunia pernah terjadi di era Try Sutrisno.

Try Sutrisno pernah menjabat Ketum PBSI 1985-1993. Saat itu ia juga merangkap Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada tahun 1985.

Di era kepemimpinan Try Sutrisno, banyak atlet bulu tangkis meraih gelar internasional. Termasuk All England dan emas Olimpiade.

Indonesia pernah mendominasi juara All England di tunggal putri lewat Susi Susanti pada 1990, 1991, dan 1993. Selain itu, Indonesia untuk kali pertama mampu meraih medali emas di Olimpiade 1992.

Olimpiade Barcelona 1992 menjadi momen penting dalam sejarah olahraga Indonesia karena dua emas perdana hadir di sana. Ada peran besar Try Sutrisno di balik keberhasilan itu.

Dua medali emas Indonesia masing-masing disumbang tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma. Tak hanya sukses meraih emas, tim Merah Putih juga membawa dua medali perak dan satu perunggu di Barcelona.

Tunggal putra Ardy Wiranata dan ganda putra Eddy Hartono/Rudy Gunawan sukses merebut medali perak. Sedangkan tunggal putra Hermawan Susanto menyumbang perunggu.

Sebelum Olimpiade 1992, Indonesia tidak pernah mendapat medali emas. Prestasi terbaik hanya medali perak yang diraih pada Olimpiade 1988 lewat cabang panahan.

Try Sutrisno ingat betul kesuksesan tim bulutangkis Indonesia yang meraih dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu di Barcelona. Ia juga tak bisa lupa dengan pesan Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto.

"Presiden [Soeharto] hanya mengatakan, 'Do the best'.' Kepada PBSI, beliau hanya meminta satu saja medali emas dari Olimpiade Barcelona. Pak Harto melihat dari Bulutangkis, harapan untuk mendapatkan medali emas itu bisa dicapai," kata Try Sutrisno kepada awak media, termasuk CNNIndonesia, pada 8 Mei 2018.

"Dengan bekal mental, moral, fisik, dan rohani, [semuanya] kami siapkan dengan membaja. Kami hanya mohon satu saja pada Tuhan agar memberkati kami dan mengizinkan punya medali dari Barcelona. Kami hanya minta satu, tapi pulang dari Barcelona, PBSI mampu merebut lima medali: dua emas, dua perak, dan satu perunggu," ujarnya menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/sry)

Read Entire Article
Entertainment |