Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.819 per dolar AS pada Senin (2/3) pagi. Mata uang Garuda melemah 32 poin atau 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia kompak bergerak di zona merah. Yen Jepang melemah 0,16 persen, baht Thailand melemah 0,41 persen, yuan China melemah 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,63 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,72 persen.
Dolar Singapura melemah 0,13 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, mayoritas mata uang utama negara maju berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,24 persen, dan franc Swiss menguat 0,12 persen.
Senada, dolar Australia melemah 0,25 persen, dan dolar Kanada juga melemah 0,08 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bakal melemah pada pembukaan pasar pagi ini imbas perang di Timur Tengah (Timteng).
"Rupiah diperkirakan akan melemah dan bergerak volatile terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off dari eskalasi perang di Timteng. Namun BI diperkirakan akan mengintervensi," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/3).
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp16.750 per dolar AS - Rp16.900 per dolar AS.
(ldy/ins)


















































