Perjalanan Bisnis Bos BEBS dari Peternakan hingga Jadi Saham Gorengan

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menduga PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melakukan praktik manipulasi harga atau goreng saham emiten PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) hingga meraup keuntungan senilai Rp14,5 triliun.

BEBS dimiliki oleh Sultan Subang, Asep Sulaiman Sabanda yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Nilainya total semua Rp14,5 triliun itu dari saham-saham yang kami freeze. Itu sekitar ada Rp2 miliar lembar saham dengan harga saham sekitar Rp7.000-an," ujar Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Daniel Bolly Hyronimus Tifaona kepada wartawan, Rabu (4/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel menjelaskan praktik tersebut melibatkan sejumlah pihak yang melakukan transaksi saham dengan menyampaikan informasi material yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Hal itu diduga mendorong investor untuk membeli saham yang bersangkutan hingga harga naik secara signifikan sampai 7.150 persen.

"Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan harga saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen," kata Daniel.

Lantas, siapa Asep Sulaiman Subanda?

Asep Sulaeman Sabanda merupakan pemegang manfaat akhir (ultimate beneficiary owner) atau pengendali dari emiten BEBS.

Asep dikenal sebagai Sultan Subang berkat keberhasilannya di bidang peternakan.

Ia memulai karir bisnisnya dari usaha peternakan ayam di kampung halamannya di Subang hingga mampu membangun kemitraan dengan ratusan petani dari berbagai daerah.

Dari situ, Asep berhasil mengembangkan bisnisnya bernama Santika Group yang menjual bibit, pakan, obat-obatan, dan pembinaan teknis unggas.

Kemudian, pada tahun 2007, ia mengelola lahan peternakan ayam seluas 32 hektar yang menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara.

Selain peternakan, Asep juga memperluas bisnisnya ke sektor infrastruktur, properti, dan energi melalui perannya sebagai Direktur Utama PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Group).

Asep pun dikenal luas dalam pasar modal usai memborong saham BEBS besar-besar pada Januari 2022. Ia membeli 481,65 juta saham BEBS dengan nilai sekitar Rp2,42 triliun melalui enam sekuritas berbeda atas nama pribadi.

Oleh karena itu, transaksi tersebut membuatnya menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali perusahaan konstruksi PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Polri menggeledah kantor sekuritas berinisial MA terkait dugaan tindak pidana pasar modal.

Penggeledahan dilakukan di Gedung Treasury Tower di area SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3) Maret.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, belasan penyidik OJK terlihat membawa sejumlah boks berisi barang bukti dari hasil penggeledahan.

Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menjelaskan rangkaian transaksi semu dieksekusi oleh enam orang operator di bawah kendali kedua tersangka yakni ASS selaku Beneficial Owner dari PT BEBS dan MWK selaku mantan Direktur Investment Banking Mirae Asset.

Daniel menerangkan mereka melakukan perdagangan efek atau saham yang dalam pelaksanaannya menyampaikan fakta material palsu sehingga memperdaya para investor untuk ikut membeli saham tersebut.

"Terkait tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham (IPO) serta penyampaian laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," jelasnya.

Selain itu, kata dia, OJK juga menemukan transaksi semu terhadap saham-saham yang dikendalikan melalui jaringan afiliasi dan nominee.

Aksi insider trading sendiri merupakan praktik ilegal dalam investasi saham. Dimana investor mendapat informasi keuntungan dalam transaksi jual beli saham dari pihak perusahaan terkait.

"Berupa transaksi antarpihak terafiliasi yang melibatkan 7 entitas perusahaan dan 58 entitas perorangan nominee, yang dieksekusi oleh enam orang operator di bawah kendali tersangka," tuturnya.

(fln/ins)

Read Entire Article
Entertainment |