Pilihan Saham Pendulang Cuan Pekan Ini di Tengah Tekanan MSCI-Moody's

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 168,61 poin atau minus 2,08 persen ke level 7.935 pada Jumat (6/2) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp19,70 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,58 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah tiga kali, sementara dua hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 4,79 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

P H Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Alit Nityaryana mencatat selama periode tanggal 2 sampai dengan 6 Februari 2026 kemarin kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 4,69 persen dari Rp15.406 triliun menjadi Rp14,341 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan yakni sebesar 31,75 persen dari 63,3 miliar menjadi 43,2 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 43,45 persen dari Rp43,76 triliun menjadi Rp24,75 triliun.

Senada, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan yakni sebesar 28,62 persen dari 3,82 juta kali transaksi menjadi 2,72 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Data perdagangan saham di BEI ditutup dengan total nilai beli bersih oleh investor asing pada hari ini sebesar Rp944,31 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan. nilai jual bersih sebesar Rp11,02 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (6/2).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada pekan ini akan bergerak dengan volatilitas yang tinggi.

Kondisi tersebut tercermin dari indikator Average True Range (ATR) yang berada di atas level 230, yang menandakan rentang pergerakan harian IHSG melebar di kisaran level support 7.780 dan resistance 8.128 per 9 Februari.

Menurut Oktavianus, tekanan terhadap pasar saham domestik juga masih dipengaruhi oleh arus keluar dana asing. Sentimen negatif berasal dari kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang melakukan freeze interim, penurunan rating oleh UBS, Nomura, dan Goldman Sachs, serta kekhawatiran dari Moody's yang menurunkan proyeksi (outlook) tingkat kredit Indonesia.

Ia menjelaskan kekhawatiran tersebut terkait dengan kejelasan dan konsistensi kebijakan ekonomi, isu tata kelola dan transparansi, serta potensi pelebaran defisit fiskal.

Selain itu, pasar juga dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun yang berdampak negatif terhadap pergerakan pasar saham.

"Dengan teknikal analisis, IHSG pekan depan berpotensi mengalami fluktuasi tinggi seiring ATR di atas 230, sementara MACD masih melemah dan RSI kembali ke area oversold," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/2).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM yang ditutup menguat 2,74 persen ke posisi 3.380 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi TLKM dapat menyentuh level 3.530 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT yang ditutup menguat 2,26 persen ke posisi 1.810 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AMRT dapat menyentuh level 1.920 pada pekan ini.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG selama sepekan ke depan masih berpeluang menguat secara terbatas. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di area support 7.854 dan resistance 8.168.

Dari sisi sentimen, Herditya menyampaikan pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi global, mulai dari data inflasi China, data non-farm payrolls (NFP) AS, hingga inflasi AS.

Selain itu, investor juga masih memantau perkembangan kebijakan dari MSCI serta potensi penurunan peringkat (downgrade) lanjutan dari beberapa institusi asing.

"Untuk sepekan ke depan, IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support di 7.854 dan resistance di 8.168, sambil mencermati rilis data inflasi China, NFP dan inflasi AS, serta perkembangan MSCI dan downgrade institusi asing," ujar Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya juga merekomendasikan saham AMRT. Ia memproyeksi AMRT dapat menyentuh level 1.995 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Astra Otoparts Tbk atau AUTO yang ditutup di level 2.630 pada pekan lalu. Ia memproyeksi AUTO dapat menyentuh level 2.790 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau NCKL yang ditutup di level 1.300 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan NCKL dapat menyentuh level 1.430 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(pta)

Read Entire Article
Entertainment |