Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dijadwalkan melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam dan Malaysia pada 14-17 April 2026 untuk mengamankan pasokan minyak, pupuk, serta barang-barang penting lainnya di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.
Mengutip The Diplomat, Selasa (14/4), dalam pernyataan resmi, Albanese akan mengunjungi Bandar Seri Begawan dan Kuala Lumpur. Di Brunei, ia akan bertemu Sultan Hassanal Bolkiah untuk membahas kerja sama di bidang energi, ketahanan pangan, serta kelancaran distribusi barang esensial.
Sementara di Malaysia, Albanese akan bertemu Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk membahas pasokan bahan bakar dan kebutuhan penting lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong turut mendampingi dalam kunjungan tersebut dan dijadwalkan bertemu mitranya di kedua negara, sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura.
Albanese menegaskan pentingnya kerja sama dengan negara-negara kawasan guna menjaga ketahanan pasokan energi Australia di tengah situasi global yang tidak menentu.
"Melibatkan mitra regional penting seperti Brunei Darussalam dan Malaysia akan membantu memastikan pasokan energi Australia tetap aman di tengah ketidakpastian. Kami mengambil setiap langkah untuk memperkuat hubungan dan bekerja sama dengan mitra utama agar pasokan bahan bakar tetap terjaga," ujar Albanese.
Australia mengimpor lebih dari 80 persen untuk kebutuhan bahan bakar olahan seperti bensin, diesel, dan avtur dari luar negeri, terutama dari Korea Selatan, Singapura, Jepang, Taiwan, dan Malaysia.
Sedangkan, negara-negara pemasok tersebut juga bergantung pada pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk, sehingga berisiko terdampak gangguan distribusi global.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Australia memperkuat kerja sama dengan negara mitra di Asia. Sebagai eksportir utama gas alam cair (LNG), Australia juga menjalin kesepakatan timbal balik untuk menjaga kelangsungan pasokan energi.
Sebelumnya, Australia dan Singapura telah sepakat menjaga aliran pasokan bensin, diesel, dan LNG. Albanese juga telah bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan menandatangani pernyataan bersama terkait ketahanan ekonomi dan pasokan esensial.
"Kami sepakat untuk mengoordinasikan respons terhadap krisis global ini agar kedua negara menjadi lebih kuat dan tangguh di masa depan. Kami juga menegaskan komitmen untuk berupaya maksimal memenuhi kebutuhan keamanan energi masing-masing di tengah krisis energi global saat ini," demikian pernyataan bersama kedua pemimpin.
Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir pernah mengatakan periode Juni hingga Juli akan menjadi fase krusial dalam menjaga ketersediaan energi nasional.
"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis untuk memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujarnya, melansir Bloomberg.
(ldy/pta)
Add
as a preferred source on Google

















































