Polri Laporkan Realisasi Penanaman Jagung Baru 65 Persen dari Target

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Polri melaporkan ke Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa realisasi penanaman jagung baru terealisasi 650 ribu hektare atau sekitar 65 persen. Adapun target pemerintah adalah 1 juta hektare.

Laporan tersebut disampaikan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar kepada Amran dalam pertemuan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Pertemuan tersebut membahas upaya optimalisasi peningkatan swasembada jagung dari 2025 menuju 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kemarin kita targetkan 1 juta hektare jagung, baru tertanam 650 ribu hektare," ujar Anwar ketika ditemui awak media di lokasi.

Ia mengatakan penanaman baru sebesar 650 ribu hektare karena dihadapi oleh sejumlah kendala seperti bencana, anomali cuaca, dan kondisi lahan yang beragam.

Perbedaan karakteristik lahan seperti wilayah pegunungan dan area persawahan dinilai memengaruhi proses penanaman jagung.

Untuk mempercepat pencapaian target, Polri berencana menggandeng berbagai pihak dalam program penanaman jagung tersebut.

Sejumlah pihak yang akan dilibatkan antara lain lembaga swadaya masyarakat (LSM), perorangan, serta pemanfaatan lahan dari program Perhutanan Sosial.

Anwar mengatakan penanaman jagung akan terus dimaksimalkan sepanjang tahun ini, bahkan ditargetkan bisa melampaui luas tanam 1 juta hektare.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dengan berbagai langkah perbaikan dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut mencakup modernisasi alat pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga dukungan pupuk bagi petani.

Dalam pertemuan tersebut, Amran juga langsung menanyakan kebutuhan alat pertanian seperti traktor dan alat tanam untuk mendukung program tersebut.

Selain aspek produksi, pemerintah juga menyiapkan skema penampungan dan pemasaran hasil panen jagung.

Offtaker dari jagung hasil penanaman yang dilakukan Polri ini diisyaratkan akan dilakukan oleh Perum Bulog. Sebab, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurut Anwar, hasil panen jagung tidak hanya akan dimanfaatkan untuk pakan ternak, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai kebutuhan energi.

"Kita sudah diskusikan dengan pak menteri bahwa ke depan kita akan melaksanakan optimalisasi itu, mudah-mudahan 1 juta hektare tercapai dan nanti selain untuk pakan, nanti juga bisa digunakan untuk energi," ujar Anwar.

Dalam kesempatan sama, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Polri atas dukungan dalam program peningkatan produksi jagung nasional.

Ia mengakui pencapaian target produksi jagung dalam jumlah besar bukan hal yang mudah.

Amran juga menyebut Indonesia saat ini telah berhasil mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan ternak tanpa impor.

Sementara itu, impor jagung untuk industri yang sebelumnya mencapai 1,4 juta ton kini turun menjadi sekitar 800 ribu ton.

"Nah, itu prestasi yang luar biasa dan kami terima kasih," kata Amran.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/ins)

Read Entire Article
Entertainment |