Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Israel menghentikan serangan ke wilayah negaranya yang diklaim sebagai basis Hizbullah.
Dia menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Kamis (19/3) kemarin.
Melansir dari AFP, Lebanon terseret ke dalam perang regional sejak awal Maret ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Israel menembakkan roket ke selatan Beirut yang diklaim sebagai basis Hizbullah, setelah dia dan AS menggempur Iran dan menewaskan pemimpin tertingginya Ayatullah Khamenei di awal Ramadan atau pada akhir Februari lalu.
Milisi Hizbullah juga mengirim roket ke Israel. Sebaliknya, Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran di seluruh Lebanon dan serangan darat di wilayah perbatasan, yang secara gabungan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Dalam pertemuan dengan Barrot kemarin, Aoun menekankan bahwa, "Perlunya gencatan senjata, dan memberikan jaminan yang diperlukan untuk keberhasilannya oleh pihak-pihak yang bersangkutan."
Pada 9 Maret lalu, Aoun mengusulkan inisiatif empat poin di antaranya menyerukan 'gencatan senjata penuh' Hizbullah dan Israel.
Lalu, peningkatan dukungan kepada tentara Lebanon untuk 'melucuti senjata Hizbullah' dan 'negosiasi langsung' dengan Israel.
Kepada Barrot, Aoun mengatakan inisiatif negosiasi antara Hizbullah dan Israel masih berada di meja perundingan, tetapi eskalasi militer yang berkelanjutan menghambat proses tersebut.
"Yang penting adalah menghentikan eskalasi" antara Hizbullah dan Israel," tambah Aoun.
Kemenlu Prancis dalam pernyataannya menyatakan kunjungan mendadak Barrot merupakan tanda solidaritas terhadap rakyat Lebanon, yang telah terseret ke dalam perang yang tidak mereka inginkan.
Selain bertamu ke Aoun, Barrot bertemu dengan pejabat tinggi lainnya dan mengunjungi sebuah sekolah di dekat Beirut. Sekolah itu kini menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi akibat perang.
Setelah Lebanon, Barrot akan mengunjungi Israel pada Jumat (20/3) ini. Itu perjalanan pertamanya sejak Prancis mengakui Negara Palestina tahun lalu.
Barrot mengaku akan mengadakan pembicaraan dengan otoritas Israel untuk membahas situasi keamanan, masalah kemanusiaan, dan prospek deeskalasi.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang berbicara dengan para pemimpin Lebanon pekan lalu, menyatakan harapannya pada hari Kamis bahwa Israel akan setuju untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Beirut.
"Masalah negosiasi langsung membutuhkan penyelesaian delegasi dan persetujuan secara resmi dari pihak Israel," katanya kepada wartawan di Brussels. Belgia, setelah KTT Eropa.
Macron, yang pemerintahannya mendukung gencatan senjata tahun 2024 antara Israel dan Hizbullah, menawarkan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan di Paris.
Ia menolak proposal apa pun yang akan membuat Lebanon secara resmi mengakui Israel, setelah situs berita AS Axios melaporkan bahwa draf teks Prancis menyerukan hal tersebut.
(afp/kid)
Add
as a preferred source on Google














































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)


