Presiden MbZ: UEA Sedang di Masa Perang, Bukan Target Mudah

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MbZ) untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan publik terkait konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut Uni Emirat Arab (UEA) saat ini berada dalam "masa perang".

"Kami sedang berada di masa perang dan saya berjanji akan memenuhi tugas untuk membela negara dan rakyat," ujar MbZ pada Jumat (6/3) saat mengunjungi korban luka akibat serangan udara di UEA.

Meski demikian, MbZ menegaskan negaranya tetap dalam kondisi kuat dan siap menghadapi berbagai ancaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UEA memiliki kulit tebal dan daging yang keras. Kami bukan mangsa yang mudah," kata MbZ dalam pernyataan yang disiarkan Abu Dhabi TV pada Sabtu (7/3).

Konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel belakangan turut menyeret sejumlah negara di kawasan Teluk.

Laporan media menyebut drone-drone Iran sempat memasuki wilayah beberapa negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC), termasuk UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman. Selain itu, sejumlah negara non-GCC seperti Yordania dan Irak juga dilaporkan terdampak.

Dalam unggahan di platform X pada Minggu (8/3), MbZ menegaskan bahwa pemerintah UEA menempatkan keamanan warga dan para pengunjung sebagai prioritas utama.

Ia menyatakan negaranya sepenuhnya siap menghadapi berbagai ancaman yang muncul di tengah eskalasi konflik kawasan.

"Dengan rahmat Tuhan, UEA sepenuhnya siap menghadapi ancaman-ancaman ini. Saya menyampaikan apresiasi terdalam kepada angkatan bersenjata kami yang gagah berani, dinas keamanan yang berdedikasi, serta semua lembaga dan tim nasional yang bekerja tanpa lelah menjaga keamanan negara," tulis MbZ.

Ia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat yang tinggal di UEA.

"Saya juga ingin menggarisbawahi rasa terima kasih saya yang tulus atas kesadaran yang ditunjukkan oleh komunitas Emirat dan saudara-saudari kami yang tinggal di negara ini, mitra di negara ini, yang telah menyatakan cinta dan kesetiaan mereka kepada UEA melalui kata-kata dan tindakan," ujarnya.

"Dengan berkat Tuhan, UEA, tanah Zayed akan tetap kuat dalam persatuannya, teguh mempertahankan kedaulatannya, dan terus melangkah menuju masa depan," lanjut MbZ.

Di sisi lain, Presiden Masoud Pezeshkian dari Iran pada Sabtu (7/3) menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang wilayahnya terdampak serangan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Pezeshkian menegaskan Teheran tidak berniat menyerang negara-negara tersebut kecuali jika mendapat ancaman dari mereka.

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," kata Pezeshkian.

Iran sebelumnya mengklaim serangan yang terjadi di beberapa negara Arab sebenarnya ditujukan ke pangkalan serta fasilitas militer milik Amerika Serikat. Teheran juga menegaskan tidak memiliki niat melanggar kedaulatan negara-negara tersebut.

(blq/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |