Ratusan Robotaxi Tiba-tiba Mogok, Penumpang Terlantar di Tengah Jalan

8 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kegagalan sistem diduga menyebabkan gangguan layanan robotaxi yang melibatkan banyak kendaraan milik Baidu, yaitu Apollo Go, di Wuhan, China. Hal ini disampaikan pihak kepolisian setempat pada Rabu (1/4), sekaligus kembali memicu kekhawatiran soal keamanan layanan tersebut.

Polisi telah menerima laporan pada Selasa malam terkait sejumlah robotaxi mendadak berhenti di tengah jalan dan tidak dapat bergerak. Penumpang berhasil keluar dari kendaraan dengan selamat dan tidak ada korban luka. Penyebab pasti insiden ini masih dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan CNN, sedikitnya 100 Apollo Go terdampak, berdasarkan informasi dari seorang petugas polisi lalu lintas dalam video yang dipublikasikan media berbasis Shanghai, The Paper.

Ia menambahkan, meski pintu mobil dapat dibuka, beberapa penumpang ragu keluar karena kondisi lalu lintas padat dan akhirnya meminta bantuan polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah video yang telah diverifikasi Reuters dan diunggah di Douyin (TikTok versi China) menunjukkan kendaraan-kendaraan tersebut mogok di jalanan sibuk dan menghambat arus lalu lintas.

Media lokal melaporkan beberapa penumpang bahkan terjebak di dalam kendaraan selama hampir dua jam.

Baidu belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden ini.

Kejadian tersebut kembali memicu diskusi di media sosial China mengenai keamanan dan kesiapan teknologi robotaxi.

Sebelumnya, robotaxi Apollo Go yang membawa penumpang sempat jatuh ke lubang konstruksi di Chongqing pada Agustus, dan pada Mei 2025, salah satu kendaraan milik Pony.ai terbakar di jalan di Beijing. Tidak ada korban luka dalam kedua insiden tersebut.

Di luar China, pemadaman listrik besar di San Francisco pada akhir tahun lalu juga menyebabkan robotaxi Waymo berhenti beroperasi sehingga mengganggu lalu lintas.

Baidu merupakan salah satu operator armada kendaraan otonom terbesar di China, bersama Pony.ai dan WeRide. Perusahaan-perusahaan ini telah meluncurkan layanan robotaxi komersial di berbagai kota besar di China, serta mulai berekspansi ke pasar luar negeri, termasuk Timur Tengah.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |