Review Film: Hoppers

7 hours ago 4

Endro Priherdityo | CNN Indonesia

Jumat, 13 Mar 2026 20:00 WIB

 Terlepas dari catatan alih bahasa, film ini punya pesan yang amat penting untuk generasi penerus dengan cara penyampaian sangat menyenangkan. Review Hoppers: Terlepas dari catatan alih bahasa, film ini punya pesan yang amat penting untuk generasi penerus dengan cara penyampaian sangat menyenangkan. (Pixar)

Terlepas dari catatan soal alih bahasa, Hoppers memiliki pesan yang amat penting untuk generasi penerus dengan cara penyampaian yang sangat menyenangkan.

Jakarta, CNN Indonesia --

Hoppers jadi salah satu film yang memperpanjang keahlian Pixar dalam hal menjaga standar storytelling mereka. Film ini bukan hanya sekadar menghibur atau menyentuh emosi, tetapi juga nurani dan nalar.

Penulis Jesse Andrews mungkin belum banyak memiliki portofolio film Pixar, tetapi dirinya sungguh dijaga oleh sutradara Daniel Chong yang berpengalaman sebagai bagian dari tim kreatif senior Pixar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu pula Chong dijaga oleh produser Nicole Paradis Grindle yang sudah berpengalaman terlibat dalam sejumlah film sukses Pixar, seperti Incredibles 2 (2018), Monsters University (2013) dan film pendek pemenang piala Oscar, Sanjay's Super Team (2015).

Pengawalan tersebut terlihat dari bagaimana cerita Hoppers mengalir, padat, efisien, tetapi mudah dicerna. Dan yang paling penting adalah konteks pesannya jelas serta penting.

Salah satu hal yang paling sulit dalam storytelling adalah mengombinasikan pesan yang mungkin terasa berat dan serius, dalam media narasi yang memungkinkan semua pihak memahaminya tanpa merasakan sensasi berat tersebut.

Hoppers sukses melakukan hal tersebut. Pesan dalam film ini bila ditelaah dari sudut pandang sains, sebenarnya seperti melihat tayangan Animal Planet atau penjelasan ilmuwan soal pentingnya keseimbangan ekologi.

Belum lagi soal pesan aktivisme lingkungan dan politik pemilihan umum yang sangat politis untuk sebuah tontonan "Semua Umur". Namun Hoppers mampu membungkus hal itu dengan cara yang sangat menghibur dan menyenangkan dalam 105 menit.

 Mabel Beaver, King George, Tom Lizard, and Loaf in Disney and Pixar’s HOPPERS. Photo courtesy of Disney/Pixar. © 2026 Disney/Pixar. All Rights Reserved.Review film: Hoppers jadi salah satu film yang memperpanjang keahlian Pixar dalam hal menjaga standar storytelling mereka. (Pixar)

Misalnya adalah saat bagaimana Hoppers menjelaskan soal piramda rantai makanan dalam adegan-adegan konflik atau soal "aturan kolam", hingga struktur hirarki komunal dalam dunia hewan dan taksonomi kingdom animalia tanpa harus membahasnya seperti guru biologi.

Mungkin penonton anak-anak dan bukan penggemar sains hanya akan melihat Hoppers sebagai film dengan cerita dan rupa karakter yang menggemaskan. Namun bagi mereka yang tumbuh dan bergelut dengan sains alam, ini seperti rangkuman sederhana mata kuliah ekologi, ilmu lingkungan, dan fungsi hayati hewan.

Selain dengan naskah yang mampu membahasakan dan menganalogikan kerumitan 'hukum alam' secara sederhana tanpa kehilangan banyak substansi, Hoppers juga didukung oleh tim animasi jempolan.

Pixar memang tak layak diragukan dalam mengubah cerita ke bentuk gambar yang indah sekaligus menyenangkan. Hoppers membuktikan hal tersebut dengan menggambar karakter hewan dengan menggemaskan, tetapi tak melupakan rupa dan karakter aslinya.

Misalnya ada perbedaan detail saat karakter ini berbicara dengan sesama hewan, atau saat berkomunikasi dengan manusia. Atau dengan bentuk-bentuk detail yang jadi ciri khas karakter hewan tersebut.

Artistik jempolan tersebut dan dipadukan dengan naskah yang ciamik jelas menjadi sajian visual yang memuaskan. Hoppers menyediakan semuanya, kenangan sentimentil, tawa renyah dari adegan dan gambar menggemaskan, ketegangan konflik, hingga kenyang secara intelek.

 Mabel Beaver, King George, Tom Lizard, and Loaf in Disney and Pixar’s HOPPERS. Photo courtesy of Disney/Pixar. © 2026 Disney/Pixar. All Rights Reserved.Review film Hoppers: Hewan yang jadi bintang utama film ini sejatinya adalah beaver atau sejenis Castor canadensis alias biwara amerika utara, yang menjadi bagian dalam famili Castoridae. (Pixar)

Hanya saja, ada sedikit catatan soal penayangan film ini di Indonesia, terutama berkaitan dengan penerjemahan dalam bahasa Indonesia yang kurang tepat.

Hewan yang jadi bintang utama film ini sejatinya adalah beaver atau sejenis Castor canadensis alias biwara amerika utara, yang menjadi bagian dalam famili Castoridae.

Sementara dalam subtitel versi bahasa Indonesia, "beaver" diterjemahkan sebagai berang-berang, yang mana berang-berang sebenarnya mengacu pada mamalia Lutrinae dengan bahasa Inggris-nya adalah otter. Bila di Indonesia, berang-berang yang dikenal dan langka adalah Lutra sumatrana.

Meski sama-sama hewan semiakuatik dan sekilas tampak mirip, Castoridae dan Lutrinae sejatinya dua famili hewan yang berbeda. Hal ini terlihat dari bentuk ekor, bentuk tubuh, hingga jenis makanan mereka.

HoppersReview film Hoppers: Masalah penerjemahan ini mungkin sepele, tapi akan jadi serius karena termasuk misinformasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa batas bahasa dan pemahaman penonton masih menjadi tantangan tersendiri dalam dunia film secara global. (dok. Pixar Animation Studios / Walt Disney Studios via YouTube @CINEMA 21 )

Masalah penerjemahan ini mungkin sepele, tapi akan jadi serius karena termasuk misinformasi. Ini juga menjadi pengingat bahwa batas bahasa dan pemahaman penonton masih menjadi tantangan tersendiri dalam dunia film secara global.

Selain itu, ini juga jadi catatan bagi para distributor film di Indonesia untuk lebih teliti dan memahami konteks kisah dalam film yang mereka tangani sebelum benar-benar merilisnya ke publik.

Terlepas dari kelemahan dalam alih bahasa, pesan Hoppers sebenarnya tetap bisa tersampaikan dengan sangat baik, terutama soal ada yang lebih penting dari sekadar memenangkan simpati publik: hidup secara harmonis dengan alam karena sejatinya, manusia-lah yang membutuhkan alam.

(end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |