Riset: Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Buruh Terancam Hilang Pekerjaan

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia melihat badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) belum berakhir.

Lembaga penelitian ekonomi itu memperkirakan 15 ribu hingga lebih dari 20 ribu buruh akan kehilangan pekerjaan pada semester II tahun ini.

Hal ini tercantum dalam hasil riset terbaru CORE yang bertajuk 'Badai PHK (Belum) Berlalu' yang ditulis oleh Yusuf Rendy Manilet, Azhar Syahida, Dwi Setyorini dan Lailatun Nikmah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan ada potensi tambahan PHK sebanyak 15,3 sampai 20,3 ribu pekerja," tulis CORE, dikutip Jumat (29/5).

CORE mencatat kemungkinan PHK terbesar akan terjadi di sektor manufaktur. Kemudian disusul oleh sektor lainnya, seperti jasa dan pertanian.

"PHK terbesar kemungkinan akan terjadi di sektor manufaktur dengan jumlah kurang lebih mencapai 8,7-12,1 ribu pekerja, sektor jasa 3,3-4,5 ribu pekerja, dan di sektor pertanian mencapai 3,3-3,6 ribu pekerja," isi riset tersebut.

Dalam riset disebutkan, potensi PHK ini disebabkan oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Contohnya, perkembangan konflik di Selat Hormuz hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

"Dengan asumsi hambatan di Selat Hormuz masih akan terjadi dalam 2-3 bulan ke depan, perusahaan akan menghadapi kelangkaan bahan baku dan nilai tukar terus merosot melebihi Rp17.400," tulis CORE.

Pelemahan rupiah, diprediksi akan meningkatkan harga bahan baku di sektor manufaktur. Bagi industri yang mengalami kenaikan bahan baku di atas 1,5 persen ke atas dinilai berpotensi melakukan pemangkasan output sebesar 0,1 persen.

Sementara, bagi perusahaan manufaktur yang menghadapi kenaikan harga input produksi di bawah 1,5 persen, maka diperkirakan akan menghadapi pemangkasan output sebesar 0,01 persen.

"Dalam skenario buruk, perusahaan yang menghadapi kenaikan harga input produksi akibat depresiasi nilai tukar sebesar 1,5 persen ke atas akan menghadapi pemangkasan output 0,15 persen".

Dengan potensi PHK ini, maka CORE melihat akan ada kenaikan jumlah angkatan kerja yang menganggur dan/atau naiknya tenaga kerja di sektor informal, yang per Februari 2026 sudah mencapai 87,74 juta jiwa, atau kurang lebih 59,42 persen dari total tenaga kerja aktif di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |