Rusia-Belarus Siap Jajaki Kerja Sama Antariksa dengan Indonesia

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia dan Belarus menyatakan kesiapan mereka untuk menjalin kerja sama strategis dengan Indonesia dalam bidang antariksa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga eksplorasi ruang angkasa.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara peletakan karangan bunga di Monumen Yuri Gagarin yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kosmonautika.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan negaranya memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan infrastruktur antariksa, termasuk pengembangan landasan peluncuran terbaru di wilayah Timur Jauh Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki banyak keterampilan dan pengalaman, dan kami siap bekerja sama," ujarnya, mengutip Antara, Sabtu (4/4).

Tolchenov mengungkapkan bahwa saat ini Rusia tengah menjajaki negosiasi dengan pemerintah Indonesia terkait peluang pembangunan infrastruktur antariksa. Ia berharap proses tersebut berjalan konstruktif sehingga membuka ruang kolaborasi yang konkret.

Hal senada disampaikan Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski. Ia menyebut eksplorasi ruang angkasa sebagai sektor yang menjanjikan bagi kedua negara.

Menurutnya, Belarus telah memiliki satelit yang menjangkau kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sehingga membuka peluang kerja sama dalam pemanfaatan data dan teknologi antariksa.

Di sisi lain, Indonesia sendiri telah lama mengkaji potensi Pulau Biak sebagai lokasi strategis untuk peluncuran satelit. Letaknya yang dekat garis khatulistiwa dinilai memberikan keuntungan efisiensi energi dan biaya, khususnya untuk peluncuran ke orbit rendah Bumi (LEO).

Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kini berupaya mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Biak. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian akses antariksa sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di industri global.

Plt. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menyebut kajian pembangunan bandar antariksa di Biak sebenarnya telah dilakukan sejak 1990. Namun, studi tersebut perlu diperbarui agar selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta kondisi lingkungan terkini.

Selain faktor geografis, peluang ekonomi juga menjadi pendorong utama. Pertumbuhan ekonomi antariksa global membuka ruang bagi Indonesia untuk terlibat lebih aktif, baik dalam layanan peluncuran maupun pengembangan teknologi berbasis satelit.

Adapun peringatan Hari Kosmonautika sendiri merupakan momen penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Peringatan ini merujuk pada penerbangan perdana manusia ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin pada 12 April 1961-sebuah tonggak yang mengubah arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

Sejumlah duta besar negara sahabat turut hadir dalam acara tersebut, mencerminkan semakin terbukanya peluang kolaborasi internasional di sektor antariksa yang kini kian kompetitif dan strategis.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |