Sam Altman Blak-blakan Soal Deal Kontroversial OpenAI dengan Pentagon

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

CEO OpenAI Sam Altman akhirnya blak-blakan mengenai kesepakatan antara perusahaan miliknya dengan Departemen Pertahanan. Kesepakatan ini jadi sorotan karena dinilai kontroversial.

Altman mengatakan bahwa dalam kesepakatan ini OpenAI tidak mengontrol bagaimana Pentagon menggunakan produk kecerdasan buatan (AI) mereka dalam operasi militer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Altman kepada karyawan pada Selasa (3/3), di tengah meningkatnya pengawasan terhadap penggunaan AI oleh militer serta kekhawatiran etis dari para pekerja AI mengenai penerapan teknologi tersebut.

"Kalian tidak berhak mengambil keputusan operasional," kata Altman kepada karyawan, mengutip The Guardian, Rabu (4/3).

"Jadi mungkin Anda berpikir serangan terhadap Iran itu baik dan invasi ke Venezuela itu buruk. Anda tidak berhak memberikan pendapat tentang itu," lanjutnya.

Dalam beberapa minggu terakhir, industri AI terjerat dalam diskusi panas dan negosiasi yang penuh ketegangan setelah Pentagon meminta perusahaan AI untuk menghapus batasan keamanan pada model mereka guna memungkinkan penggunaan militer yang lebih luas.

Sistem berbasis AI dilaporkan telah digunakan dalam operasi militer AS, untuk menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan dalam keputusan penargetan perang melawan Iran.

Minggu lalu, Anthropic, pesaing OpenAI dan pembuat chatbot Claude, menolak kesepakatan dengan Pentagon karena khawatir modelnya dapat digunakan untuk pengawasan massal atau senjata otonom sepenuhnya.

Merespons hal tersebut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan perusahaan tersebut sebagai "risiko rantai pasokan," sebuah label yang belum pernah digunakan terhadap perusahaan AS dan dapat menyebabkan kerugian finansial signifikan jika diterapkan secara resmi.

Pada hari yang sama ketika Hegseth mengancam akan mengambil tindakan hukuman terhadap Anthropic, Pentagon mengumumkan kesepakatan dengan OpenAI yang tampaknya bertujuan untuk menggantikan penggunaan Claude dalam aplikasi militer.

Waktu penandatanganan kesepakatan dan kekhawatiran bahwa OpenAI melanggar batas etika yang ditolak oleh Anthropic menyebabkan reaksi keras dari publik dan karyawan OpenAI.

Sejak itu, Altman dan OpenAI berusaha meyakinkan bahwa teknologi mereka akan digunakan secara legal dan mencoba mengendalikan kerusakan, dengan Altman mengakui bahwa kesepakatan tersebut terburu-buru dan membuat perusahaan terlihat "oportunis dan ceroboh."

Pada Rabu, CEO Anthropic, Dario Amodei, mengecam Altman sebagai "pembohong" dalam memo kepada karyawan dan menuduhnya memberikan "pujian gaya diktator kepada Trump," seperti dilaporkan oleh The Information.

"Kami sebenarnya telah mempertahankan prinsip-prinsip kami dengan integritas, bukan bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan 'teater keamanan' demi kepentingan karyawan," tulis Amodei.

Amodei mengatakan bahwa masalah tersebut secara harfiah dianggap oleh semua orang di Pentagon, Palantir, dan konsultan politik mereka sebagai persoalan yang sedang mereka coba selesaikan.

Dia juga menyerang Pentagon dan Donald Trump.

Ia menulis bahwa Pentagon dan pemerintahan Trump sebenarnya tidak menyukai perusahaannya karena mereka tidak menyumbang kepada Trump, sementara OpenAI melalui Presidennya Greg Brockman justru menyumbang sekitar US$25 juta (Rp420 miliar) kepada PAC pendukung Trump bersama istrinya.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |