Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengecam aksi kekerasan Israel--baik oleh aparatnya maupun kolonis Zionis--ke Palestina yakni Tepi Barat dan Gaza yang tak henti-henti sampai dengan saat ini.
Mengutip dari Anadolu, pada Senin (23/3), Guterres--melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric--mengutuk serangan yang dilakukan kelompok-kelompok kolonis Israel terhadap warga Palestina hingga properti dan harta benda di Tepi Barat yang masih terus terjadi.
Bahkan. makin intens seiring berlangsungnya Perang Timur Tengah antara kolaborasi Israel-Amerika Serikat (AS) melawan Iran sejak akhir Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Sekretaris Jenderal mengutuk serangan baru-baru ini oleh penjajah Israel terhadap warga Palestina dan harta benda mereka di Tepi Barat yang diduduki," kata Dujarric, dalam konferensi pers.
Guterres mencatat bahwa, "Serangan yang hampir setiap hari dilakukan oleh pemukim Israel ini semakin parah, mengakibatkan kematian, luka-luka, dan kerusakan harta benda yang signifikan." Terkadang, sambungnya, kekerasan itu berujung terusirnya warga Palestina dari properti mereka.
"Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa pemukiman Israel dan infrastruktur terkait tidak memiliki validitas hukum," kata Dujarric, menekankan bahwa hal itu juga "melanggar hukum internasional secara terang-terangan, termasuk resolusi PBB yang berlaku."
Dujarric mengingatkan bahwa pemerintah Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memikul tanggung jawab untuk melindungi penduduk Palestina dan harus meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 8 Oktober 2023, serangan oleh pasukan Israel dan penjajah di Tepi Barat telah menewaskan 1.133 warga Palestina, melukai sekitar 11.700 lainnya, dan menyebabkan penangkapan sekitar 22.000 orang.
Februari lalu , pemukim ilegal Israe; melakukan 511 serangan di seluruh Tepi Barat, menewaskan tujuh warga Palestina .
Sebelumnya, dalam sebuah putusan penting pada Juli 2024, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi semua pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Mengutip dari Kantor Berita Palestina, WAFA, pada Selasa dini hari tadi, sekelompok kolonis Zionis membakar rumah warga Palestina di Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron.
Aktivis lokal. Fouad Amour mengatakan para kolonis yang terus melakukan serangan dan aksi provokatif ke komunitas dan desa-desa Masafer Yatta. Bahkan, sambunngnya, mereka membakar sebuah rumah di desa At-Tuwani.
Para pemukim juga menyemprotkan slogan-slogan rasis di dinding, yang menegaskan serangan berkelanjutan mereka terhadap penduduk Palestina.
Para aktivis memperingatkan tentang meningkatnya serangan para pemukim di daerah tersebut dan serangan berkelanjutan mereka terhadap penduduk dan harta benda mereka, menekankan pentingnya memperkuat komite perlindungan dan ketahanan untuk menghadapi serangan-serangan ini.
Gaza
Aksi kekerasan Israel, baik serangan militer maupun koloni Zionis, masih menghantui warga Palestina di pada momen lebaran, Idulfitri 1447 H.
Serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina. Serangan tersebut menambah panjang daftar korban sejak gencatan senjata disepakati dengan mediasi Amerika Serikat (AS) pada Oktober tahun lalu.
Kekerasan ini terjadi bertepatan dengan Ramadan yang dilanjut Idulfitri--momen yang seharusnya menjadi perayaan bagi umat Muslim. Namun warga Palestina justru menjalani Ramadan dan hari raya di tengah ketakutan, serangan, dan perusakan oleh militer Israel maupun koloni Zionis.
Mengutip dari Aljazeera, serangan udara Israel pada Minggu (22/3) telah menewaskan setidaknya empat orang di sekitar kawasan kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Pada Kamis (19/3) lalu, serangan drone menargetkan kampung Zeitoun di Gaza City. Setidaknya tiga warga Palestina terbunuh dan banyak yang terluka akibat serangan itu.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya sudah 680 warga Palestina terbunuh oleh Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai dilaksanakan pada Oktober tahun lalu.
Sejak Oktober 2023, agresi Israel ke Gaza telah menewaskan setidaknya 72 ribu orang, banyak di antara mereka perempuan dan anak-anak.
Selain itu bangunan-bangunan di Gaza pun hancur berantakan karena serangan udara dan pasukan darat Israel selama tiga tahun terakhir.
(kid)
Add
as a preferred source on Google





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)












