Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah senator Partai Demokrat Amerika Serikat mengaku cemas Presiden Donald Trump bakal tetap mengerahkan pasukan darat AS ke Iran.
Mereka menilai langkah itu berisiko tinggi, terutama karena dukungan Rusia terhadap militer Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengetahui Rusia sudah membantu melalui intelijen dan memberikannya kepada Iran, serta ada poros antara Rusia dan China, Iran, dan Korea Utara yang meningkatkan risiko bagi AS dan keamanan nasional kami," ujar Senator Demokrat Jeanne Shaheen dari New Hampshire kepada CNN.
Pertanyaan itu disampaikan setelah Shaheen mengikuti pengarahan rahasia pejabat pemerintahan kepada Komite Senat Angkatan Bersenjata. Ia kemudian mendesak pemerintah mengirim pejabat untuk memberikan kesaksian secara terbuka di Kongres.
"Kami tampaknya berada di jalur menuju pengerahan pasukan AS di darat ke Iran untuk mencapai sejumlah tujuan potensial," ujar Senator Richard Blumenthal dari Connecticut, dikutip Reuters.
Blumenthal juga menyoroti risiko keterlibatan Rusia yang dapat membahayakan nyawa warga Amerika.
"Secara nyata, Rusia tampaknya secara aktif dan intensif membantu musuh kami dengan intelijen, dan mungkin melalui cara lain, sementara China juga kemungkinan memberikan bantuan kepada Iran," ujarnya.
Dua sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan Rusia memberikan informasi penargetan kepada Iran terkait pangkalan dan kapal militer AS. Trump sendiri belum menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Iran, langkah yang memicu kekhawatiran anggota DPR AS.
Mayoritas Partai Republik di Kongres tetap mendukung strategi Trump terhadap Iran. Hanya beberapa anggota yang menyampaikan keraguan terhadap perang itu.
"Karena itu, rakyat AS berhak mengetahui jauh lebih banyak dibandingkan informasi yang sejauh ini disampaikan pemerintah mengenai biaya perang, risiko terhadap putra-putri kami yang bertugas, serta potensi eskalasi dan meluasnya konflik itu," tambah Blumenthal.
Komentar para anggota parlemen itu muncul saat mereka menunggu permintaan tambahan pendanaan perang yang diperkirakan akan diajukan Gedung Putih.
Sejumlah staf Kongres memperkirakan Trump akan meminta dana sekitar US$50 miliar (sekitar Rp843,5 triliun), meski sebagian publik menilai angka itu masih terlalu rendah.
(rnp/dna)


















































