Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak, Prima, berbendera Malta di kawasan Teluk Persia menggunakan drone pada Sabtu (7/3).
Insiden ini menjadi eskalasi baru di tengah rentetan serangan balasan Iran terbaru menyusul perangnya melawan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IRGC menuturkan pihaknya menembak kapal tersebut "setelah mengabaikan peringatan berulang dari Angkatan Laut mengenai larangan lalu lintas dan kondisi Selat Hormuz yang tidak aman"
Kantor berita Tasnim melaporkan insiden ini terjadi pada Sabtu pagi. Dikutip AFP, menurut situs pelacakan pelayaran MarineTraffic, Prima adalah kapal tanker minyak dan bahan kimia yang berlayar di bawah bendera Malta.
Iran telah melancarkan serangan ke sejumlah kapal tanker yang dicapnya terkait Amerika Serikat dan sekutu di Selat Hormuz sejak perang pecah.
Saat ini, Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang siapa saja yang melewatinya.
Namun, Iran menjamin keamanan bagi kapal China dan Rusia yang melewati selat itu.
Iran melancarkan serangan balasan terbaru ke sejumlah aset AS di Timur Tengah, termasuk kapal tanker minyak di pantai Kuwait dan kilang minyak milik Bahrain, Jumat (6/3).
Mengutip Markas Pusat Khatam Al Anbiya, radio pemerintah Iran melaporkan kapal AS tersebut terkena serangan dan terbakar. Markas Pusat Khatam Al Anbiya merupakan badan yang mengambil alih komando operasional angkatan bersenjata Iran pada masa perang.
Iran juga sempat menargetkan sejumlah kapal tanker lainnya di Selat Hormuz pada akhir pekan lalu ketika perang baru pecah.
Televisi pemerintah Iran pada Kamis (5/3) mengatakan bahwa drone yang ditembakkan IRGC telah menabrak kapal induk USS Abraham Lincoln.
(rds)

















































