Jakarta, CNN Indonesia --
Pendiri PT Suri Nusantara Jaya Diana Dewi mengungkap tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia, apalagi di tengah tensi geopolitik global saat ini.
Ia menyebut dampak yang paling terasa dari gejolak global adalah melambungnya harga plastik. Bahan baku plastik salah satunya minyak, yang kini pasokannya terganggu imbas perang di Timur Tengah.
"Semua produk itu pasti menggunakan plastik. Ini salah satu contoh bahan baku yang memang kita ada hubungannya dengan impor," ujar Diana di CNN Indonesia, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan itu, kata Diana, diperparah dengan penurunan daya beli masyarakat.
Ia melihat pemerintah sebenarnya sudah memberikan berbagai insentif untuk menopang UMKM. Sayangnya, tidak semua pelaku usaha mengambil fasilitas itu.
"Mungkin karena keterbatasan informasi, kemudian juga produk-produknya ini biasanya UMKM tidak konsisten," imbuhnya.
Karena berbagai persoalan itu, PT Suri Nusantara Jaya turun memberikan pendampingan terhadap UMKM agar kualitas dan produktivitasnya terjaga.
Produk para UMKM juga dibantu untuk masuk ke toko, bahkan supermarket. Salah satu UMKM yang didampingi mampu masuk jaringan Toko Daging Nusantara.
"Kalau di tempat lain kan ada booth harus dibayar. Nah kami berikan itu free, sehingga harga yang mereka display itu harga mereka," kata Diana.
PT Suri Nusantara Jaya juga mendampingi UMKM yang kesulitan mengakses permodalan. Pasalnya, banyak UMKM yang tidak tertib pencatatan keuangan sehingga dinilai bank tidak layak mendapatkan pinjaman.
"Untuk itu, kita buat pelatihan-pelatihan, kemudian pendampingan. Kita juga mengkurasi teman-teman yang mempunyai produk-produk yang bisa go export," pungkasnya.
(pta/sfr)
Add
as a preferred source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)


















