Tekor, Trump Minta Arab Cs Bantu Biayai Perang Lawan Iran

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berniat untuk meminta bantuan negara-negara Arab dalam membiayai perang melawan Iran.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan gagasan tersebut sepertinya memang dipikirkan Trump dan akan disampaikannya dalam beberapa waktu mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa ini adalah sesuatu yang akan sangat menarik bagi Presiden," kata Leavitt pada Senin (30/3) saat ditanya wartawan mengenai apakah negara-negara Arab harus membantu membiayai perang AS, seperti ketika AS membantu mendanai mereka di Perang Teluk tahun 1990.

"Saya tidak akan mendahuluinya dalam hal itu, tapi tentu saja itu adalah ide yang saya tahu ia miliki, dan sesuatu yang saya pikir akan Anda sering dengar nantinya," lanjutnya, seperti dikutip Al Jazeera.

AS memimpin koalisi global yang terdiri dari puluhan negara selama Perang Teluk ketika Irak menginvasi Kuwait. Langkah itu diambil atas permintaan Kuwait dan negara-negara Arab tetangganya.

Sebagai balasan, negara-negara di kawasan dan anggota koalisi, termasuk Jerman dan Jepang, mengumpulkan US$54 miliar (setara US$134 miliar atau sekitar Rp2,2 kuadriliun saat ini) untuk membiayai keterlibatan AS.

Yang menjadi persoalan, dalam perang kali ini, AS dan Israel adalah pihak yang melancarkan perang terhadap Iran, dan tak ada koordinasi apa pun sebelumnya dengan sekutu serta negara-negara Arab.

Awal bulan ini, Sean Hannity, seorang komentator sayap kanan yang dekat dengan Trump, mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata apa pun dengan Iran harus mencakup kewajiban bagi Teheran untuk mengganti biaya perang AS.

"Mereka harus setuju untuk mengganti seluruh biaya operasi militer ini dengan minyak," kata Hannity.

Namun, Iran justru menetapkan syarat bagi AS jika ingin bernegosiasi, yakni mengganti seluruh kerugian yang dialami Teheran dalam perang ini.

Iran berpendapat mereka yang diserang saat sedang bernegosiasi dengan AS soal nuklir. Padahal, Teheran tidak sama sekali menimbulkan ancaman bagi AS atau Timur Tengah seperti yang dituduhkan.

Para pejabat AS awal bulan ini mengatakan kepada anggota Kongres dalam pertemuan rahasia bahwa perang melawan Iran telah menelan biaya sebesar US$11,3 miliar (sekitar Rp192 triliun) dalam enam hari pertama.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) sementara itu memperkirakan angka tersebut akan bertambah menjadi US$16,5 miliar (sekitar Rp280 triliun) pada hari ke-12 perang.

Baru-baru ini, Gedung Putih bahkan meminta tambahan dana militer ke Kongres sebesar US$200 miliar (sekitar Rp3,3 kuadriliun) untuk operasi militer di Iran dan untuk mengisi kembali stok amunisi Pentagon.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |