Telkom Perkuat Fundamental dan Tata Kelola Lewat Eksekusi TLKM 30

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persro) Tbk (Telkom) menjadikan transformasi TLKM 30 sebagai agenda reformasi menyeluruh guna memperkuat fundamental bisnis.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum eksekusi bagi Telkom dalam membuktikan implementasi strategi tersebut, yang mencakup penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), restrukturisasi dan streamlining anak usaha, serta pembentukan strategic holding untuk mendorong operational excellence dan membuka nilai aset TelkomGroup.

TLKM 30 dirancang sebagai strategi transformasi jangka menengah hingga 2030 untuk meningkatkan kinerja dan daya saing Telkom sebagai enabler ekosistem digital. Melalui inisiatif ini, Telkom melakukan penataan portofolio bisnis secara lebih terarah, serta memperkuat praktik tata kelola perusahaan agar setiap lini bisnis dapat berkembang optimal dan berkelanjutan, baik bagi perusahaan maupun seluruh pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham, melalui peningkatan nilai dan dividen. Pada saat yang sama, dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas," papar Dian dalam agenda TelkomGroup Business Update di Jakarta, Jumat (6/3).

Transformasi TLKM 30 ini juga sejalan dengan agenda total governance reset pada pengelolaan BUMN dari Danantara, dengan menekankan penguatan praktik tata kelola yang transparan, prudent, serta disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan.

Upaya ini mencakup normalisasi dan peningkatan kualitas aset, praktik pengeluaran yang akuntabel, serta penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan semakin akurat dan wajar.

Dalam implementasinya, Telkom mendorong peningkatan operational excellence melalui penguatan disiplin, perbaikan proses bisnis, serta pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Hal ini didukung oleh transformasi budaya perusahaan yang menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja dan penciptaan nilai.

Langkah-langkah itu mengakselerasi efisiensi pengelolaan sumber daya, sehingga fundamental bisnis Telkom semakin solid di tengah tantangan ketidakpastian global dan kebutuhan akan kemandirian infrastruktur digital. Sebagai perusahaan yang dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom menegaskan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia maupun di Amerika Serikat.

Sejumlah progres transformasi mulai terlihat sejak implementasi TLKM 30 pada pertengahan tahun lalu. Salah satunya, pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia.

InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang network sharing dan kemitraan strategis. Ke depannya, entitas ini diharapkan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi TelkomGroup.

Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk membuka potensi nilai dari aset infrastruktur lainnya, termasuk bisnis data center dan tower melalui NeutraDC dan Mitratel.

Sebagai bagian dari langkah transformasi, Telkom juga menjalankan streamlining melalui penataan portofolio entitas usaha di lingkup TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai entitas anak usaha guna memastikan fokus di sektor telekomunikasi dan digital, serta menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Implementasi awal dari upaya streamlining adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) menuju divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya, TelkoMedika, yang bergerak di bidang third party administrator pada sektor kesehatan sebagai bentuk penataan portofolio bisnis non-core di TelkomGroup.

Pada saat yang sama, Telkom turut memperkuat peran perusahaan sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada fungsi value creation dan governance oversight, sementara operasional bisnis dijalankan oleh entitas operating company sebagai penggerak utama pada masing-masing lini usaha.

Dian menambahkan, TelkomGroup akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama, yakni B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business. Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus lebih tajam, yang mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.

(rea/rir)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |