Terbukti dalam Studi, 5 Kebiasaan Ini Bikin Daya Ingat Makin Tokcer

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 09:45 WIB

Daya ingat sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Sejumlah studi menemukan beberapa kebiasaan yang membantu meningkatkan daya ingat. Ilustrasi. Sejumlah studi menemukan beberapa kebiasaan yang membantu meningkatkan daya ingat. (iStockphoto/metamorworks)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sering merasa mudah lupa, sulit fokus, atau cepat 'blank' saat mengingat sesuatu? Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal daya ingat sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Kabar baiknya, menjaga memori tidak selalu harus dengan cara rumit. Sejumlah penelitian menunjukkan ada beberapa kebiasaan sederhana yang konsisten dikaitkan dengan fungsi ingatan yang lebih baik.

Berikut kebiasaan yang bisa membantu menjaga daya ingat tetap optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tidur cukup dan teratur

Tidur bukan sekadar istirahat, tapi bagian penting dari proses otak menyimpan informasi. Dalam dunia sains, ini dikenal sebagai memory consolidation, proses saat otak memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke jangka panjang.

Mengutip jurnal dari Neuron, tidur berperan penting dalam memperkuat ingatan, tidur dapat membantu memori di berbagai tahap kehidupan.

2. Rutin berolahraga

Kalau harus memilih satu kebiasaan paling kuat dampaknya, olahraga termasuk yang paling banyak didukung penelitian.

Sebuah ulasan dalam British Journal of Sports Medicine, yang merangkum berbagai studi, menemukan bahwa olahraga efektif meningkatkan fungsi kognitif, termasuk memori dan kemampuan berpikir. Bahkan dalam jangka pendek, olahraga bisa membantu meningkatkan long-term memory.

Tak harus berat, aktivitas seperti jalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan yang dilakukan rutin sudah cukup memberi manfaat.

3. Pola makan sehat

Banyak orang mencari makanan tertentu untuk meningkatkan daya ingat. Padahal, penelitian justru menunjukkan yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan.

Salah satu yang paling sering dikaitkan dengan fungsi kognitif adalah pola makan ala Mediterania, yang kaya sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Studi yang dipublikasikan oleh Frontiers menunjukkan, pola makan berkaitan dengan hasil yang lebih baik pada memori dan fungsi otak, termasuk melalui hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis). Jadi, daripada fokus pada satu makanan super, menjaga pola makan yang seimbang justru lebih berdampak.

4. Melatih fokus dengan mindfulness

Mindfulness atau latihan perhatian penuh juga mulai banyak diteliti dalam kaitannya dengan fungsi otak.

Sebuah penelitian bertajuk 'Mindfulness Enhances Cognitive Functioning', yang mencakup lebih dari 100 sampel menemukan bahwa mindfulness memberi efek kecil hingga sedang pada fungsi kognitif, termasuk perhatian dan memori.

Meski belum sekuat bukti pada tidur dan olahraga, kebiasaan ini bisa membantu meningkatkan fokus, yang pada akhirnya berpengaruh pada kemampuan mengingat.

5. Mengurangi multitasking berlebihan

Di era serba cepat, banyak orang terbiasa melakukan banyak hal sekaligus. Namun, kebiasaan ini justru bisa mengganggu proses pembentukan memori.

Perhatian yang terpecah membuat informasi tidak tersimpan dengan baik di otak. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti mengurangi multitasking, memberi jeda saat bekerja, dan fokus pada satu hal dalam satu waktu bisa membantu memperbaiki kualitas ingatan.

Dari berbagai penelitian, satu hal yang konsisten terlihat bahwa tidak ada yang cara instan untuk meningkatkan daya ingat. Yang paling berpengaruh justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Tidur cukup, olahraga rutin, makan sehat, menjaga fokus, hingga memberi waktu istirahat bagi otak, semuanya bekerja bersama untuk menjaga fungsi memori. Daya ingat bukan hanya soal seberapa kuat otak bekerja, tapi juga bagaimana kita merawatnya setiap hari.

(anm/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |