Tony Fernandes Didukung Jadi Presiden FAM

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusaha Malaysia Tony Fernandes mendapat dukungan untuk menjadi presiden baru Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setelah badan sepak bola negara itu dilanda krisis kepemimpinan pasca skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.

Dukungan tersebut datang dari Presiden Paralympic Council of Malaysia (PCM), Megat D Shahriman Zaharudin, yang menilai sosok dari dunia korporasi dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan terhadap FAM.

Megat mengatakan pengalaman Fernandes dalam merestrukturisasi perusahaan dan keterlibatannya dalam dunia olahraga di Inggris dapat menjadi nilai tambah untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Malaysia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir kombinasi portofolio Fernandes dan fakta bahwa dia juga terlibat dalam olahraga di Inggris Raya akan menjadi hal yang hebat," kata Megat dikutip dari NST.

"Saya ingin sekali bekerja sama dengan orang-orang berdasarkan kemampuan dan prestasi," ujar Megat menambahkan.

Pernyataan Megat muncul setelah keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) yang menguatkan hukuman dari FIFA terhadap tujuh pemain asing yang menggunakan dokumen tidak sah dalam proses naturalisasi untuk memperkuat timnas Malaysia.

CAS tetap menghukum tujuh pemain dengan skorsing 12 bulan yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, Gabriel Palmero, dan Facundo Garces. Selain itu, FAM juga dikenai denda sebesar CHF350.000.

Megat menilai tokoh dari sektor korporasi memiliki pengalaman yang relevan untuk menangani berbagai tantangan struktural dan finansial yang dihadapi olahraga tersebut.

"Kami melakukan ini setiap hari. Kami membeli perusahaan, kami menjual perusahaan, kami mengecilkan perusahaan dan mengelola kepailitan. Jadi kami tahu bagaimana menangani utang dan restrukturisasi," kata Megat.

Ia menambahkan bahwa peninjauan tata kelola FAM yang saat ini melibatkan Asian Football Confederation (AFC) menjadi peluang penting untuk melakukan perombakan dalam administrasi sepak bola Malaysia.

"Sejujurnya, saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk masuk," kata Megat.

Meski begitu, Megat menegaskan reformasi harus tetap menghormati kewenangan AFF dan AFC.

"Yang terpenting adalah mendapatkan kepercayaan dari asosiasi sepak bola. Kami tidak mengambil hak mereka, kami bekerja sama dengan mereka," kata Megat.

"Tugasnya besar, tetapi penggemar Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik, dan kita harus membangun kembali reputasi negara ini," ucap Megat menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)

Read Entire Article
Entertainment |