Trump Sebut Netanyahu Bakal ke AS Minggu Depan

16 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 04 Apr 2025 07:15 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (3/4). Presiden Donald Trump mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (3/4). (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (3/4) dan mengharapkan pemimpin negara zionis itu datang ke AS pada pekan depan.

Menurut laporan CNN, Trump berharap Netanyahu datang ke AS dalam rangka membahas Gaza dan sejumlah isu lainnya di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir dia akan datang ke negara ini suatu saat nanti. Mungkin minggu depan," kata Trump kepada media di Air Force One.

Netanyahu baru mengunjungi AS pada awal Februari dan menjadi pemimpin negara asing pertama yang bertemu dengan Trump. Sementara itu, dilaporkan The Times of Israel, Kamis (3/4), kantor Netanyahu belum menyebut rencana kunjungan ke AS.

Israel pada pekan ini mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza yang melibatkan pencaplokan wilayah-wilayah yang mereka sebut "dimasukkan ke dalam zona keamanan Israel".

Israel kembali menggencarkan serangannya ke Gaza sejak dua minggu lalu melanggar kesepakatan gencatan senjata selama dua bulan dengan Hamas. Israel juga memblokade penuh bantuan kemanusiaan yang hendak memasuki wilayah tersebut.

Langkah tersebut disebut CNN semakin menggarisbawahi status tumpul gencatan senjata yang Trump akui sebagai hasil negosiasi pada awal tahun ini. Trump menilai Gaza sebagai "masalah besar" yang ia harap dapat diselesaikan.

"Itu hal lain yang ingin kami selesaikan," katanya. "Gaza adalah hal yang sangat penting. Telah dikepung selama bertahun-tahun,"

Sementara itu, Benjamin Netanyahu melawat ke Hungaria meski statusnya masih menjadi buronan ICC atas dugaan kejahatan perang dan genosida di Gaza pada Kamis (3/4).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kali pertama PM Netanyahu menginjakkan kaki di tanah Eropa sejak ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya.

Pengadilan menyatakan mereka memiliki alasan yang memadai untuk meyakini bahwa Netanyahu bertanggung jawab secara pidana atas kejahatan perang.

Kejahatan itu termasuk "kelaparan sebagai metode peperangan" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya."

(end)

Read Entire Article
Entertainment |