Trump: Tak Akan Ada Lagi Minyak atau Uang yang Masuk ke Kuba

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump mendesak Kuba untuk "membuat kesepakatan" atau menghadapi konsekuensi yang belum ditentukan.

Trump memperingatkan Kuba bahwa aliran minyak dan uang Venezuela ke Havana akan berhenti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak akan ada lagi minyak atau uang yang akan masuk ke Kuba. Nol! Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan, sebelum terlambat," ujar Trump lewat saluran Truth Social miliknya seperti dilaporkan AFP.

Pernyataan Trump muncul seminggu usai pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Sebelumnya, pada Minggu (11/1), Trump mengunggah ulang pesan yang menyarankan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dapat menjadi presiden Kuba yang kini dikuasai komunis.

Selain mengunggah ulang, ia juga berkomentar,"Kedengarannya bagus!"

Tak lama setelah unggahan itu, ia kembali berkomentar bahwa Kuba hidup, selama bertahun-tahun, dengan sejumlah besar minyak dan uang dari Venezuela.

Trump menyebut sebagai imbalannya, Kuba menyediakan 'Layanan Keamanan' untuk dua diktator Venezuela terakhir, "tetapi [kini] tidak lagi!"

"Sebagian besar warga Kuba itu TEWAS akibat serangan AS minggu lalu, dan Venezuela tidak lagi membutuhkan perlindungan dari para preman dan pemeras yang menyandera mereka selama bertahun-tahun," imbuhnya.

Di bawah embargo perdagangan AS, Kuba sejak 2000 semakin bergantung pada minyak Venezuela sebagai bagian dari kesepakatan yang dibuat pendahulu Maduro, Hugo Chavez.

Sementara itu, Maduro hingga kini masih ditahan di New York. Warga Venezuela sebagian ada yang menyerukan pembebasan Maduro, sementara yang lain menanti pembebasan tahanan politik yang telah dijanjikan. Tahanan politik yang disebut akan dibebaskan merupakan mereka yang ditahan atas perintah Maduro.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |