Turki Geram, Israel Terus Serang Sekolah dan Rumah Sakit di Iran

8 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik pedas terhadap Israel yang disebutnya sebagai "jaringan haus darah".

Ia menuding Negeri Zionis terus menargetkan sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, serupa dengan pola serangan yang terjadi di Jalur Gaza.

"Jaringan haus darah terus menyerang sekolah dan rumah sakit di Iran dan Lebanon, persis seperti yang mereka lakukan di Gaza," tegas Erdogan dalam acara buka puasa bersama memperingati Hari Kedokteran 14 Maret di Fakultas Kedokteran Universitas Istanbul, Sabtu (14/3), melansir Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi ketegangan regional yang terus mendidih, Erdogan menyatakan bahwa Turki tetap konsisten berada di barisan negara yang mengedepankan akal sehat dan diplomasi.

"Menghadapi situasi yang gila ini, Turki berada di garda terdepan dalam membela kemanusiaan, membela logika, dan mencari solusi krisis melalui dialog," ujarnya.

Erdogan juga menyoroti jatuhnya korban kemanusiaan yang sangat besar. Dia menyebut dunia menyaksikan pemandangan memilukan di mana nyawa manusia tidak lagi berharga; bayi di inkubator hingga anak sekolah tewas akibat bom.

Selama perang Gaza, hampir 1.700 tenaga medis, termasuk dokter dan perawat, dibunuh oleh Israel dalam serangan yang brutal.

Konflik di Timur Tengah mencapai titik kritis sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Salah satu insiden paling tragis adalah serangan terhadap sekolah dasar khusus perempuan di Iran yang menewaskan lebih dari 150 anak-anak.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan gelombang drone dan rudal ke Israel serta negara-negara tetangga yang menampung aset militer AS.

Melihat situasi dan kondisi dalam konflik Timur Tengah, Erdogan menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Turki tidak disetir oleh kepentingan geopolitik atau ekonomi semata.

"Kami akan mempertahankan sikap kemanusiaan. Kami tidak melihat peristiwa melalui nilai minyak, emas, gas alam, atau mineral, melainkan melalui lensa keadilan, kasih sayang, dan martabat manusia," terang Erdogan.

Menutup pernyataannya, Erdogan mengutip Al-Quran Surah Al-Ma'idah ayat 32, yang menegaskan bahwa menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ia menekankan filosofi pemerintahannya: "Biarkan rakyat hidup, agar negara dapat hidup."

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |