Update Kebakaran Apartemen Hong Kong: 7 WNI Tewas, 79 Masih Hilang

2 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran dahsyat yang melanda tujuh gedung apartemen Hong Kong kini bertambah jadi tujuh orang.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong memperoleh informasi tersebut usai pihak kepolisian memverifikasi para WNI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Hong Kong Police Force (HKPF), hingga saat ini, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia total berjumlah 7 (tujuh) orang," demikian keterangan KJRI Hong Kong, Sabtu (29/11).

KJRI Hong Kong menyampaikan seluruh WNI yang tewas merupakan perempuan dan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik. Satu WNI masih mendapat perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil dan menunggu pemulihan.

Per Jumat (28/11) pukul 23.59 waktu setempat, polisi Hong Kong mencatat jumlah korban meninggal dunia imbas kebakaran di Tai Po mencapai 128 orang. Sementara itu, korban luka mencapai 79 orang. Seluruhnya sedang dalam perawatan yang tersebar di 15 rumah sakit.

Dari hasil konsolidasi data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan oleh KJRI Hong Kong, tercatat ada sekitar 140 WNI/PMI sektor domestik yang bekerja di kawasan Wang Fuk Court.

Dari jumlah tersebut, 61 orang di antaranya berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya, termasuk WNI/PMI korban tewas.

Sementara itu, 79 WNI/PMI lainnya masih terus diverifikasi keberadaan dan kondisinya.

KJRI Hong Kong terus melakukan penanganan bagi WNI/PMI yang terdampak, antara lain dengan berkoordinasi dengan pemerintah Hong Kong terkait akses informasi, memberi bantuan sesuai protokol keselamatan dan ketentuan setempat, membuka posko kedaruratan di gedung KJRI dan Tai Po Community, serta menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna mencari informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak.

Kebakaran terjadi di tujuh blok apartemen di kawasan permukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11) sore.

Polisi menyatakan saat peristiwa terjadi, kompleks apartemen ditutupi oleh jaring. Jaring itu dipakai untuk menjaga agar material konstruksi tidak jatuh dari perancah. Gedung apartemen saat itu memang sedang dalam tahap konstruksi.

Polisi menduga jaring inilah yang jadi penyebab api menjalar dengan cepat. Ini diketahui dari video-video kebakaran yang beredar.

Bahan jaring pada konstruksi mestinya tidak mudah terbakar. Kontraktor di Hong Kong harus memiliki sertifikat untuk memastikan hal itu.

Sejauh ini, pemerintah Hong Kong telah menahan dan menetapkan 11 orang sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |