Jakarta, CNN Indonesia --
Warga Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, kini perlahan meninggalkan tenda pengungsian setelah pemerintah menyediakan hunian sementara (huntara) pascabanjir yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
Hampir lima bulan hidup di tenda dengan keterbatasan serba terbatas, sebagian warga kini mulai menata ulang keseharian mereka di tempat tinggal yang jauh lebih layak.
Salah satu warga yang sudah menempati huntara selama sepekan, Muhammad Fa'i, merasakan perubahan yang signifikan dibanding saat masih di tenda pengungsian. Ia menyebut kondisi yang ada sudah jauh membaik dari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jauh lebih nyaman di sini, area lebih luas dan pemandangan juga indah," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5).
Meski begitu, awal masa huni tidak berjalan tanpa hambatan. Fa'i mengungkapkan sempat ada kebocoran atap, namun pemerintah segera merespons dan memperbaikinya sehingga unit bisa kembali ditempati dengan baik.
Huntara yang dibangun pemerintah diperuntukkan bagi 163 kepala keluarga. Hingga akhir April, sekitar separuh dari jumlah itu sudah menempati unit masing-masing, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian beserta fasilitas pendukungnya.
Fa'i juga menyampaikan satu catatan yang perlu mendapat perhatian. suhu di siang hari terasa cukup menyengat karena belum ada pelindung tambahan di area huntara.
Ia berharap pemerintah dapat menambahkan fasilitas peneduh agar warga dan anak-anak bisa beraktivitas lebih nyaman.
Hal senada disampaikan Anwar, warga lain yang mengaku lega bisa meninggalkan tenda setelah hampir lima bulan bertahan.
"Terima kasih kepada pemerintah telah memberi huntara ini," ujar dia.
Menurutnya, kondisi di huntara jauh lebih baik dari tenda, terutama soal kenyamanan dan ruang untuk beraktivitas bersama keluarga. Keberadaan huntara memberi mereka kesempatan untuk kembali menjalani rutinitas yang lebih normal.
Sebagai informasi, progres pembangunan huntara di wilayah terdampak bencana Sumatera juga terus menunjukkan kemajuan. Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera per 29 April mencatat 18.505 unit huntara telah selesai dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencapai 91 persen dari target 20.267 unit.
Di Lubuk Sidup, meski sejumlah fasilitas masih terus disempurnakan, kehadiran huntara menjadi penanda nyata bahwa pemulihan sudah dimulai. Bagi warga yang sempat kehilangan segalanya akibat banjir, memiliki atap yang layak adalah langkah pertama untuk bangkit.
(rir)
Add
as a preferred source on Google






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477034/original/057494900_1768806789-CORTIS_Friends_of_the_NBA_2.jpg)


