Waspadai Benjolan di Payudara, Kenali Gejala Tumor Sejak Dini

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 06 Mar 2026 00:30 WIB

Benjolan di payudara tak selalu kanker, tetapi perlu diperiksa. Kenali gejala tumor payudara dan pentingnya deteksi dini. Ilustrasi. Bukan cuma kanker, tumor payudara juga harus diwaspadai. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Benjolan di payudara sering kali memicu kekhawatiran. Tidak sedikit perempuan yang langsung mengaitkannya dengan kanker.

Padahal, tidak semua benjolan di payudara bersifat ganas. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu ditangani dengan serius karena dapat menjadi tanda awal tumor payudara.

Dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Ivan Rinaldy, mengatakan tumor payudara sering kali diawali perubahan kecil yang tidak selalu disadari. Karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya," kata Ivan dalam keterangannya, Kamis (5/3).

Padahal kata dia, pada tahap awal tumor payudara terutama yang ganas, memang tidak selalu menimbulkan nyeri. Karena itu, setiap benjolan baru yang menetap harus diperiksakan agar bisa diketahui penyebab munculnya anomali tersebut.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

• Muncul benjolan baru di payudara atau ketiak, biasanya terasa keras, tidak beraturan, dan tidak hilang setelah menstruasi.

• Perubahan bentuk atau ukuran payudara, misalnya salah satu payudara tampak berbeda atau terasa lebih berat.

• Perubahan pada kulit payudara, seperti menebal, berkerut menyerupai kulit jeruk, atau kemerahan yang tidak membaik.

• Puting tertarik ke dalam atau mengalami perubahan bentuk.

• Keluar cairan dari puting, terutama jika berdarah dan tidak dalam kondisi menyusui.

• Luka pada payudara yang tidak kunjung sembuh.

Pentingnya deteksi dini

Ivan juga mengingatkan pentingnya deteksi dini. Deteksi dini sendiri merupakan langkah penting untuk menemukan kelainan pada payudara lebih awal.

Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain:

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan satu kali setiap bulan. Waktu ideal adalah hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi, ketika payudara tidak terlalu bengkak atau nyeri. Bagi perempuan yang sudah menopause, pemeriksaan dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.

Hal yang perlu diperhatikan saat SADARI meliputi adanya benjolan baru, penebalan jaringan, perubahan kulit, perubahan pada puting, atau keluarnya cairan dari puting.

2. SADANIS (Pemeriksaan klinis oleh dokter)

Pada pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa payudara serta kelenjar getah bening di area ketiak dan sekitar tulang selangka untuk menilai apakah ada tanda yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

3. Pemeriksaan penunjang

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

• USG payudara, terutama pada perempuan dengan jaringan payudara yang lebih padat atau untuk membedakan massa padat dan kista.

• Mammografi, untuk mendeteksi kelainan yang belum dapat diraba, seperti mikrokalsifikasi.

• MRI payudara, pada kondisi tertentu seperti risiko tinggi kanker atau evaluasi lebih detail sebelum operasi.

"Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti SADARI dan SADANIS sangat penting untuk menemukan masalah lebih awal. Dengan teknologi yang semakin maju, kita dapat mendeteksi kelainan dengan lebih tepat dan lebih cepat, sehingga peluang pengobatan yang efektif menjadi lebih besar," tambah Ivan.

Penanganan tumor payudara

Penanganan tumor payudara sangat bergantung pada jenis tumor serta stadium penyakit. Jika tumor bersifat jinak, biasanya tidak diperlukan tindakan agresif selain pemantauan secara berkala.

Namun jika tumor bersifat ganas atau merupakan kanker payudara, pasien memerlukan terapi yang lebih intensif.

1. Penanganan tumor jinak

Pada tumor jinak seperti fibroadenoma atau kista, dokter biasanya akan melakukan observasi dan pemantauan berkala untuk memastikan tidak ada perubahan. Jika benjolan terasa mengganggu atau terus membesar, dokter dapat menyarankan tindakan pengangkatan melalui prosedur eksisi atau operasi kecil.

2. Penanganan tumor ganas

Pada kasus kanker payudara, pengobatan umumnya dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai dokter spesialis. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain:

• Operasi, seperti lumpektomi (mengangkat tumor dengan mempertahankan sebagian besar payudara) atau mastektomi (pengangkatan seluruh payudara bila tumor sudah besar atau menyebar luas).

• Kemoterapi, untuk membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar ke bagian tubuh lain. Terapi ini dapat diberikan sebelum atau setelah operasi.

• Radioterapi, menggunakan sinar untuk membunuh sel kanker yang tersisa setelah operasi.

• Terapi hormon, imunoterapi, dan terapi target, yang digunakan pada jenis kanker tertentu untuk menghambat pertumbuhan sel kanker atau merangsang sistem kekebalan tubuh melawan kanker.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |