CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 17:00 WIB
Wregas Bhanuteja menjelaskan gambaran yang akan dia tampilkan dalam film terbarunya, Para Perasuk, yang akan rilis pada 23 April 2026. (dok. Rekata Studio/KG Media/Masih Belajar Project via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wregas Bhanuteja menjelaskan gambaran yang akan dia tampilkan dalam film terbarunya, Para Perasuk, yang akan ia rilis pada 23 April 2026.
Menurut Wregas, film ini akan mengeksplorasi fenomena manusia kerasukan roh hewan. Namun alih-alih horor, kerasukan digambarkan sebagai pengalaman fisik yang menyenangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya kita kerasukan roh bulus (kura-kura). Nanti si pelamun (orang yang kerasukan) akan masuk ke alam sambetan yang penuh dengan satu tempat tidur yang sangat nyaman, cahaya yang temaram," kata Wregas dalam saat jumpa media di Jakarta Selatan, Senin (9/3).
"Terus mereka akan merasa kayak lagi dipijetin. Padahal di dunia aslinya, mereka tuh kayak lagi dipukulin oleh rotan, gitu. Jadi ibaratnya kayak seperti tertutup oleh tempurung bulus."
Wregas menjelaskan dalam film ini dirinya akan menampilkan 20 jenis "roh hewan" yang idenya berasal dari pengalaman pribadi Wregas semasa kecil bersama adiknya yang memiliki kemampuan lebih.
Berbeda dari sosok gaib pada umumnya, papar Wregas, roh-roh ini terinspirasi dari hewan yang sering dilihat sang adik di sekitar rumah, seperti kucing raksasa hingga kodok.
"Pada saat saya SD kelas 1, dia bilang ke aku, 'Mas, Mas, itu di atas rumah kok ada kucing raksasa, warnanya putih, ekornya ada tiga, kukunya seperti pisau," ujar Wregas.
"Nah, ternyata yang dilihat adikku, selain kucing raksasa itu, dia lihat macam-macam yang lain. Salah satunya adalah ada kura-kura di kamar mandi kita. Terus dia lihat ada kodok di dapur kita."
Wregas juga merilis sebuah buku saku pendamping film Para Perasuk yang berfungsi sebagai panduan serba-serbi mengenai Desa Latas yang merupakan desa fiksi dalam film ini dan Pesta Sambetan.
Buku itu mencakup jenis-jenis roh hewan serta panduan teknis mengenai cara bertapa atau ritual yang harus dilakukan di mata air keramat untuk memanggil roh tertentu.
Wregas Bhanuteja merilis sebuah buku saku pendamping film Para Perasuk yang berfungsi sebagai panduan serba-serbi mengenai Desa Latas yang merupakan desa fiksi dalam film ini dan Pesta Sambetan. (CNN Indonesia/Gisella)
Para Perasuk mengisahkan kehidupan warga Desa Latas yang memiliki tradisi unik bernama Pesta Sambetan, sebuah ritual kerasukan roh binatang untuk masuk ke alam halusinasi yang indah.
Namun, tradisi mereka terancam oleh rencana sebuah perusahaan besar yang ingin menggusur mata air keramat tempat persemayaman para roh untuk membangun kawasan industri.
Menghadapi situasi ini, Guru Asri merencanakan Pesta Sambetan besar-besaran sebagai upaya mengumpulkan dana guna membeli kembali lahan tersebut.
Film ini akan menjadi debut akting layar lebar bagi penyanyi internasional Anggun C. Sasmi. Selain Anggun, Para Perasuk dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Ganindra Bimo, dan Indra Birowo
Para Perasuk telah melaksanakan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada Januari 2026 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para kritikus.
Para Perasuk tayang 23 April di Bioskop Indonesia.
(gis/end)


















































