30 Universitas Iran Digempur AS-Israel Sejak Perang Pecah

11 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengatakan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu telah menghantam dan menghancurkan lebih dari 30 universitas.

Menteri Sains Iran Hossein Simaei Sarraf menuturkan AS sengaja menjadikan perguruan-perguruan tinggi sebagai sasaran serangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hingga saat ini, lebih dari 30 universitas telah menjadi target langsung," ujar Sarraf kepada para wartawan saat mengunjungi Universitas Shahid Beheshti di Teheran utara, Minggu (5/4).

Universitas itu hancur imbas serangan AS-Israel pada Jumat pekan lalu.

Dikutip Times of Israel, Israel menyatakan pihaknya menargetkan berbagai lokasi penelitian dan pengembangan yang terkait dengan program nuklir dan persenjataan Iran.

Di dalam kompleks luas Universitas Shahid Beheshti di Teheran utara, sebuah pusat penelitian kini menjadi puing-puing setelah dibombardir pesawat tempur.

Serangan pada Jumat terhadap Institut Riset Laser dan Plasma di fasilitas pendidikan tinggi elit tersebut menjadi bagian dari pola yang semakin jelas, yakni penargetan lokasi sipil oleh Amerika Serikat dan Israel dalam perang mereka melawan Iran.

Tidak ada korban jiwa di universitas tersebut karena sebagian besar area kosong setelah seluruh kegiatan perkuliahan di seluruh negeri dipindahkan secara daring hingga waktu yang belum ditentukan. 

Dikutip Al Jazeera, Sarraf menyebut ilmuwan Iran juga sudah menjadi target AS dan Israel selama beberapa dekade terakhir. Ia menuturkan sejumlah profesor Universitas Shahid Beheshti lainnya juga dibunuh oleh Israel selama perang 12 hari tahun lalu.

"Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu," kata Sarraf, merujuk pada ancaman Presiden AS Donald Trump untuk membombardir Iran "kembali ke Zaman Batu" dengan menghantam infrastruktur vitalnya, termasuk pembangkit listrik.

[Gambas:Video CNN]

Universitas besar lainnya yang turut menjadi sasaran dalam perang yang masih berlangsung adalah Universitas Sains dan Teknologi Teheran. Salah satu pusat penelitiannya hancur menjadi puing-puing dan beberapa departemen lainnya mengalami kerusakan sekitar sepekan lalu. Fasilitas tersebut diketahui mengembangkan satelit buatan dalam negeri.

Amerika Serikat dan Israel juga menyerang Institut Pasteur di pusat kota Teheran, yang didirikan lebih dari 100 tahun lalu bekerja sama dengan Institut Pasteur di Paris, namun kini beroperasi secara independen.

Institut tersebut bergerak di bidang penyakit menular, produksi vaksin dan produk biologis, serta menyediakan layanan diagnostik canggih.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang bekerja sama dengan dua departemen institut tersebut sebagai pusat kolaborasi, mengonfirmasi bahwa fasilitas itu "mengalami kerusakan signifikan dan tidak dapat lagi melanjutkan layanan kesehatan".

Lebih dari 20 serangan juga telah menargetkan fasilitas kesehatan di Iran sejak awal Maret, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat, yang juga menyinggung Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina yang mengalami kerusakan besar akibat serangan pada Minggu.

Sebuah perusahaan farmasi besar di dekat Teheran juga diserang pekan ini. Pemerintah Iran menyebut serangan itu bertujuan mengganggu jalur pasokan obat, sementara Israel mengklaim perusahaan tersebut terkait produksi senjata kimia.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |