Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan populasi Yahudi terbanyak di dunia. Dunia kriminal dan gangster pun menjadi bagian kehidupan mereka.
Dikutip dari laman myjewishlearning.com, ada empat gangster Yahudi yang pernah menguasai AS.
1. Louis "Lepke" Buchalter (1897-1944)
Louis Lepke Buchalter dijuluki "Lepkele" (Louis kecil) oleh ibunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia terkenal sebagai "penjahat paling berbahaya di Amerika Serikat." Lahir di Lower East Side, New York, tempat keluarganya tinggal di sebuah flat sempit di atas toko perkakas kecil milik ayahnya, Louis adalah satu-satunya dari 11 bersaudara yang memilih jalan hidup kriminal.
Ia bergabung dengan sekelompok preman lokal yang merampok orang mabuk, mencopet, dan merampok gerobak dorong.
Tepat setelah ulang tahunnya yang ke-21, Lepke dipenjara karena mencuri tas sampel milik seorang salesman. Dibebaskan bersyarat pada tahun 1917, ia kembali dipenjara tahun berikutnya dengan tuduhan pencurian dan dipenjara lagi selama dua tahun pada tahun 1920.
Karier kriminalnya cepat meroket hingga mendominasi berbagai macam industri di New York.
Di puncak kekuasaannya, Buchalter adalah penguasa feodal dunia bawah New York.
Pada tahun 1934, Buchalter membantu mengorganisir "Sindikat."
Dialah yang mengkampanyekan pembentukan kelompok penegak hukum khusus untuk menjaga perdamaian dan memastikan bahwa keputusan Sindikat dilaksanakan.
Kadang-kadang disebut sebagai Murder Incorporated, korps pembunuh elit ini sebagian besar terdiri dari orang Yahudi dari lingkungan Brownsville, East New York, dan Ocean Hill di Brooklyn. Mereka menjadi regu eksekusi "resmi" untuk Sindikat.
Pada tahun 1941, Lepke didakwa atas pembunuhan Joseph Rosen, seorang pengangkut pakaian yang bisnisnya telah ia gulung tikar. Ia meninggal di Penjara Sing Sing pada tanggal 4 Maret 1944.
2. Meyer Lansky (1902-1983)
Meyer Lansky (Suchowljansky) sering disebut-sebut oleh petugas penegak hukum sebagai salah satu gembong kejahatan terorganisir di Amerika Serikat.
Sejak tahun 1920-an, ia dikaitkan dengan nama-nama seperti Bugsy Siegel, Longie Zwillman, Lucky Luciano, Johnny Torrio, dan Frank Costello. Kerajaan perjudiannya yang diduga pernah dikatakan meliputi Florida, Kepulauan Karibia, dan Las Vegas.
Meskipun ia didakwa berkali-kali, Lansky hanya dihukum sekali pada tahun 1953 atas tuduhan perjudian, dan ia menjalani hukuman tiga bulan penjara.
Pada tahun 1971, Lansky mengajukan permohonan kewarganegaraan Israel. Permohonannya ditolak dengan alasan bahwa "ia adalah orang dengan masa lalu".
Lansky telah lama dikaitkan dengan berbagai kegiatan Yahudi, dan meskipun ditolak, ia tetap menjadi pendukung kuat Israel dan kegiatan filantropi Yahudi. Ia meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 1983, di Rumah Sakit Mount Sinai, Miami.
3. Arnold "Si Otak" Rothstein(1882-1928)
Arnold "The Brain" Rothstein adalah pelopor pengusaha besar kriminal di Amerika Serikat. Rothstein lahir di New York City, putra seorang pedagang Yahudi kelas menengah yang terhormat.
Rothstein senior mahir dalam sastra klasik keagamaan dan Ibrani, merupakan seorang filantropis, dan menjabat sebagai ketua dewan direksi Rumah Sakit Beth Israel di New York.
Ia paling dikenal sebagai orang yang diduga bertanggung jawab atas "skandal Black Sox," upaya untuk mengatur hasil pertandingan World Series bisbol tahun 1919 antara Chicago White Sox dan Cincinnati Reds.
Namun, itu sebenarnya hanya masalah kecil baginya. Rothstein-lah yang, selama tahun 1920-an, membangun kerajaan perjudian terbesar di Amerika Serikat dan mengendalikan sebagian besar geng di New York, serta perdagangan minuman keras ilegal, narkotika, dan perjudian di kota itu.
Rothstein begitu sukses dalam mengorganisir usaha kriminal dan menghindari penjara, sehingga dijuliki "Si Otak". Dan ketenarannya begitu besar sehingga ia diabadikan semasa hidupnya oleh F. Scott Fitzgerald dalam The Great Gatsby sebagai Meyer Wolfsheim.
Terlepas dari reputasi buruknya ini, para pemimpin komunitas Yahudi di New York meminta (dan menerima) bantuannya dalam menyelesaikan pemogokan di distrik garmen pada tahun 1926.
Kehidupan kriminal Rothstein, yang membuatnya tidak pernah mendekam di penjara, berakhir ketika ia ditembak mati.
Sama seperti Lansky, Arnold dimakamkan secara Yahudi Ortodoks.
4. Benjamin "Bugsy" Siegel (1905-1947)
Benjamin "Bugsy" Siegel adalah sosok gangster film yang ideal: tampan, temperamental, ambisius, dan kejam.
Seorang pencuri kecil dan preman yang kemudian menjadi penguasa kejahatan, ia memainkan peran penting dalam aktivitas dunia bawah tanah Kota New York selama tahun 1920-an dan 1930-an. Ia menjadi anggota dewan direksi sindikat kejahatan Pantai Timur pada usia 28 tahun.
Siegel membangun basis kejahatan terorganisir di California dan membuka Las Vegas untuk mafia.
Dia menyadari peluang keuntungan yang sangat besar dari perjudian kasino yang dilegalkan di Nevada dan dengan bantuan Sindikat membangun Hotel Flamingo.
Namun, setelah hotel itu dibangun, ia mencoba untuk menyimpan sebagian besar keuntungan untuk dirinya sendiri. Pembangkangan terhadap Sindikat ini akhirnya merenggut nyawanya.
Pada suatu malam di bulan Juni tahun 1947, seseorang mengarahkan senapan ke wajah Siegel saat ia duduk di apartemen pacarnya, Virginia Hill, dan menembakkan tiga peluru ke kepalanya.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478359/original/064555900_1768899201-_ARM7685.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477034/original/057494900_1768806789-CORTIS_Friends_of_the_NBA_2.jpg)



