CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa ciri orang low profile. (iStockphoto/MangoStar_Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Istilah low profile sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Seseorang di lingkungan pertemanan, atau bahkan tokoh idola yang tidak suka menonjolkan diri maupun memamerkan kehidupannya di media sosial, kerap dijuluki sebagai sosok yang low profile.
Menurut Cambridge Dictionary, low profile merujuk pada aktivitas atau perilaku yang tidak berusaha menarik perhatian besar dari masyarakat, media, atau lingkungan sekitar. Sederhananya, low profile dapat diartikan sebagai sikap atau perilaku yang tidak menarik terlalu banyak perhatian dari publik.
Sikap ini kerap dikaitkan dengan kerendahan hati dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Orang yang bersikap low profile biasanya lebih fokus pada tindakan nyata daripada sekadar pencitraan atau pengakuan dari orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri-ciri orang yang low profile
Seseorang yang memiliki sikap low profile biasanya menunjukkan sejumlah karakteristik tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa ciri yang umum terlihat yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Rendah hati
Orang yang low profile cenderung tidak memamerkan pencapaian atau kelebihan yang dimiliki. Mereka merasa tidak perlu membuktikan diri kepada orang lain melalui pengakuan atau pujian.
2. Tidak mencari perhatian atau validasi
Orang yang low profile biasanya tidak terlalu bergantung pada pengakuan dari orang lain. Mereka merasa cukup dengan nilai dan prinsip yang diyakini sendiri.
Hal tersebut sejalan dengan penjelasan The Economic Times yang mengutip teori self-determination dari psikolog Edward Deci dan Richard Ryan. Teori tersebut menjelaskan bahwa sebagian orang lebih terdorong oleh motivasi intrinsik, yaitu melakukan sesuatu karena merasa puas secara pribadi, bukan demi pujian atau penghargaan dari orang lain.
3. Sederhana dalam bersikap dan berpenampilan
Ciri lain dari orang yang low profile adalah menjalani hidup secara sederhana. Mereka tidak merasa perlu menunjukkan status, kekayaan, atau prestasi secara berlebihan.
4. Menghargai orang lain
Orang yang bersikap low profile umumnya memperlakukan orang lain dengan hormat tanpa memandang latar belakang. Mereka tidak merasa lebih unggul dari orang lain meski memiliki kemampuan tertentu.
5. Lebih banyak bertindak daripada berbicara
Salah satu ciri yang sering terlihat adalah fokus pada tindakan nyata. Orang yang low profile cenderung tidak banyak membicarakan rencana atau keberhasilan, tetapi menunjukkan hasil melalui perbuatan.
Mengapa seseorang bisa bersikap low profile?
Ilustrasi. Ada beberapa ciri orang low profile. (iStock/Prostock-Studio)
Dalam psikologi, sikap low profile juga berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Penelitian psikolog Jennifer Crocker dari University of Michigan menunjukkan bahwa sebagian orang memiliki harga diri yang tidak bergantung pada penilaian orang lain, atau disebut sebagai contingent self-worth. Orang dengan kepercayaan diri yang lebih stabil secara internal biasanya tidak terlalu membutuhkan pujian atau pengakuan eksternal.
Dengan kata lain, seseorang yang terlihat tenang dan tidak haus perhatian bukan berarti kurang percaya diri. Justru, sikap tersebut bisa menunjukkan bahwa rasa percaya dirinya berasal dari nilai dan keyakinan pribadi, bukan dari validasi orang lain.
Bersikap low profile sering dianggap sebagai bentuk kedewasaan emosional. Seseorang tetap bisa memiliki kemampuan besar atau pencapaian tinggi tanpa harus selalu menjadi pusat perhatian.
(anm/asr)


















































