CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 07:45 WIB
Ilustrasi. Solo traveling jadi salah satu tren wisata di tahun 2026. (iStock/Boyloso)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setidaknya ada lima gaya perjalanan yang diprediksi akan populer di tahun 2026. Tren ini bisa jadi inspirasi kamu untuk menyiapkan rencana liburan selama satu tahun ke depan.
Tren perjalanan akan terus berubah diiringi dengan banyaknya faktor termasuk teknologi, ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur, alam, hingga kebijakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika disimpulkan, tren wisata 2026 tak lagi melulu soal mencari tempat berlibur yang ramai dan bersenang-senang. Lebih dari itu, pelancong kini tampaknya mencari sesuatu yang bermakna.
Apa saja tren pariwisata di tahun 2026? Berikut di antaranya, dilansir dari In Your Area.
1. Astro-tourism (wisata Langit)
Menyaksikan pemandangan langit malam (astro-tourism) tampaknya jadi tujuan wisata yang populer tahun 2026.
Ketertarikan ini mulai terlihat sejak terjadi gerhana matahari total pada 12 Agustus lalu. Ditambah lagi, baru-baru ini ada penampakan aurora dan gerhana bulan di seluruh Inggris.
Destinasi yang wajib dikunjungi jika ingin mencoba astro-tourism antara lain Gurun Atacama (Chili), Cagar Alam Aoraki Mackenzie (Selandia Baru), dan negara bagian Utah (AS). Sejauh ini pemesanan tiket untuk astro-tourism masih didominasi oleh pelancong paruh baya dan keluarga antar-generasi.
"Astro-tourism memungkinkan orang untuk terhubung dengan alam pada saat dunia terasa lebih online dari sebelumnya," kata Joanna Reeve, Direktur Intrepid, Inggris.
Astro-tourism semakin diminati karena perasaan bisa lebih terasa damai setelah melihat langit. Selain itu, tren wisata ini juga bisa memberikan manfaat positif bagi komunitas di wilayah terpencil, karena fokus pariwisata tidak lagi ke atraksi terkenal.
2. Perjalanan nostalgia
Ilustrasi. Perjalanan yang membawa kenangan masa kecil kini diminati pelancong. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Sekarang para wisatawan lebih senang datang ke tempat yang membawa kembali memori masa kecilnya. Nostalgia seperti ini dianggap memberikan kesan yang lebih berharga.
Pendiri 360 Private Travel, James Turner mengatakan bahwa wisatawan kini mendambakan pengalaman yang benar-benar bisa membuat mereka tertawa dan mengingatkan tentang bagaimana rasanya ketika sesuatu pernah terjadi.
Menurutnya, nostalgia akan terus menjadi pengaruh besar dalam rencana perjalanan para pelancong di tahun-tahun yang akan datang. Pasalnya, perjalanan nostalgia terhubung dengan emosi dan kenangan hidup seseorang.
"Kami menemukan bahwa klien kami semakin tertarik pada perjalanan yang memicu rasa takjub yang sama yang mereka ingat sejak kecil . Apakah itu tidur di rumah pohon di bawah bintang-bintang atau memiliki petualangan koboi di atas kuda," ujar Turner.
Simak tren wisata 2026 lainnya..

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354665/original/013548500_1758261702-IMG-20250919-WA0005.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326205/original/048148200_1756092105-IMG-20250825-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354825/original/018518100_1758265848-pongki_barata_csm_3.jpg)









