Alasan CAF Cabut Gelar Juara Senegal dan Diberikan ke Maroko

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Maroko akhirnya resmi dinobatkan sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan kemenangan awal Senegal di final. Berikut alasan CAF batalkan gelar juara Senegal dan berikan kepada Maroko.

Keputusan ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) mengajukan banding terkait insiden kontroversial pada laga final yang digelar 18 Januari lalu.
Dalam pertandingan itu, Senegal menang 1-0 lewat gol Pape Gueye.

Namun, dalam pertandingan itu terjadi insiden ketika para pemain Senegal menolak melanjutkan laga setelah Maroko mendapatkan penalti di masa tambahan waktu saat skor masih 0-0.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penalti tersebut gagal dikonversi menjadi gol oleh Maroko, tapi Senegal berhasil mencetak gol kemenangan di babak perpanjangan waktu dan sempat merayakan gelar juara.

Kemudian Asosiasi Sepak Bola Maroko (FRMF) mengajukan banding atas hasil tersebut kepada CAF.

Akhirnya Dewan Banding CAF menilai tindakan tim Senegal melanggar regulasi Piala Afrika, khususnya Pasal 82 yang menyatakan bahwa tim yang menolak bermain atau meninggalkan lapangan tanpa izin wasit akan dianggap kalah.

Selain itu, Pasal 84 menegaskan bahwa pelanggaran semacam itu berakibat pada kekalahan otomatis dengan skor 0-3.

Setelah memeriksa banding yang diajukan Maroko, atas alasan itu pula Dewan Banding CAF memutuskan untuk mengabulkan permohonan tersebut.

Hasil final pun diubah, dan kemenangan resmi dicatat untuk Maroko dengan skor 3-0, sementara Senegal dicabut gelarnya.

Dengan keputusan ini, Maroko resmi menjadi juara Piala Afrika 2025, menggantikan Senegal yang sebelumnya sempat merayakan gelar.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Entertainment |