Alasan Trump Picu Perang Dagang: Kawan Lebih Buruk dari Lawan

21 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada Rabu (2/4) waktu setempat, dengan China dan beberapa negara Uni Eropa terkena dampak paling besar.

Ia menyebut hari ketika ia meneken perintah eksekutif ini sebagai "Hari Pembebasan". 

"Dalam banyak kasus, kawan lebih buruk daripada lawan dalam hal perdagangan," kata Trump dikutip dari Channel News Asia, Kamis (3/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dijarah oleh negara-negara dekat dan jauh, baik kawan maupun lawan," ujar Trump menambahkan.

Ia memberikan tarif timbal balik pada negara-negara yang disebutnya memperlakukan AS dengan buruk.

"Kami mensubsidi banyak negara dan membuat (ekonomi) mereka tetap beroperasi dan menjalankan bisnis," kata Trump tentang mitra dagang, khususnya Meksiko dan Kanada.

"Mengapa kita harus melakukan ini? Maksud saya, kapan kita bisa mengatakan Anda harus bekerja untuk diri sendiri? Akhirnya kita mengutamakan Amerika," katanya.

Berikut beberapa daftar mitra dagang AS yang menghadapi tarif baru atau tarif timbal balik.

China akan dikenai tarif sebesar 34 persen atas barang, sementara UE, Jepang, dan India masing-masing menerima tarif sebesar 20, 24, dan 26 persen

Vietnam dikenai tarif sebesar 46 persen. Thailand, Indonesia, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar dikenai tarif timbal balik antara 24 persen dan 49 persen. Sementara itu, Brunei dikenai tarif sebesar 24 persen.

Trump mengatakan bahwa ia "sangat baik" dan hanya mengenakan tarif timbal balik setengah dari jumlah 'tarif' yang dikenakan negara-negara tersebut atas ekspor AS. 

Selain tarif timbal balik yang nilainya berbeda setiap negara, Trump juga mengenakan tarif universal sebesar 10 persen, termasuk Singapura dan Inggris.

Tarif ini juga menyasar pelosok dunia - bahkan Kepulauan Heard dan McDonald yang tak berpenghuni pun dikenai tarif.

Wilayah Australia di Samudra Hindia sub-Antartika dikenai tarif sebesar 10 persen atas semua ekspornya, meskipun kepulauan es itu tidak memiliki penduduk sama sekali - selain banyak anjing laut, penguin, dan burung lainnya.

Kepulauan Falkland milik Inggris menerima tarif sebesar 41 persen atas ekspor ke Amerika Serikat.

(yoa/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |