Jakarta, CNN Indonesia --
Bolehkah makan sebelum salat Idulfitri? Pertanyaan ini kerap muncul, terutama bagi umat Islam yang hendak merayakan kemenangan, sebab masih banyak yang berpendapat sebaiknya makan dan minum setelah salat selesai dilakukan.
Hari Raya Idulfitri adalah momen kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, salah satunya adalah makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri.
Lalu, mengapa hal ini menjadi sunnah dan apa hikmahnya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir NU Online, sunnah makan sebelum sholat Idul Fitri didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Buraidah:
"Nabi Muhammad SAW tidak keluar untuk sholat Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu, dan beliau tidak makan sebelum sholat Idul Adha hingga kembali dari sholat." (HR. Ahmad)
Dari hadits ini, dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW selalu makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri, sedangkan pada Idul Adha justru sebaliknya, beliau tidak makan hingga selesai sholat.
Berikut beberapa hikmah yang bisa didapatkan saat terkait makan sebelum melaksanakan salat Idulfitri:
1. Meneladani Rasulullah SAW
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, termasuk kebiasaan beliau dalam merayakan Idul Fitri.
Dengan makan sebelum salat, kita menegaskan bahwa kewajiban puasa telah selesai dan kini saatnya merayakan kemenangan dengan bersyukur.
3. Menyamakan rasa dengan fakir miskin
Sebelum salat Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah. Dengan makan bersama sebelum salat, kita turut merasakan kebersamaan dengan fakir miskin yang menerima zakat tersebut.
4. Berbeda dengan Iduladha
Pada Iduladha, sunnahnya adalah menunda makan hingga setelah sholat, karena daging kurban baru dibagikan setelah ibadah selesai. Ini menandakan bahwa sedekah utama di Iduladha adalah hewan kurban yang dinikmati bersama.
(tis/tis)