BRIN Garap SNI untuk Steker dan Soket Isi Daya Motor Listrik

10 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan salah satu cara mendorong adopsi sepeda motor listrik di Indonesia lebih cepat yakni dengan cara standarisasi perangkat pengisian daya steker (plug) dan soket (socket).

Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Eka Rahman Priandana menjelaskan pihaknya saat ini mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk steker dan soket pengisian cepat yang mengacu pada standar internasional IEC 62196-6 dengan penyesuaian karakteristik lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eka standarisasi ini akan memberi manfaat berupa peningkatan kompabilitas antarperangkat, mendorong investasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), serta memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan produsen kendaraan untuk berinovasi tanpa harus menyeragamkan desain baterai," kata Eka di keterangan resminya, Jumat (3/4), dikutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eka mengurai hambatan utama adopsi motor listrik di dalam negeri, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian daya, biaya baterai tinggi dan kekhawatiran soal jarak tempuh.

Tantangan-tantangan itu diperparah terbatasanya investasi pada infrastruktur penukaran baterai mau pun pengisian cepat.

Model motor listrik jenis tukar baterai saat ini dikatakan menghadapi berbagai kendala, mulai dari investasi tinggi hingga skema bagi untuk dengan penyedia listrik. Sementara tren sekarang disebut bergeser ke motor listrik baterai tanam kapasitas besar (long range) yang butuh infrastruktur fast charging.

"Interoperabilitas menjadi kunci. Tanpa standar plug dan socket yang seragam, ekosistem pengisian daya tidak akan berkembang optimal," ucap Eka.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |