Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Iran menyatakan misi Amerika Serikat untuk menyelamatkan seorang awak pesawat jet tempur F-15E yang jatuh telah "digagalkan sepenuhnya", Minggu (5/4).
Menurut Komando Pusat Militer Iran Khatam Al Anbiya, Trump menipu publik dengan menyebut operasi penyelamatan itu berhasil padahal gagal total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu, yang direncanakan sebagai misi tipu daya dan pelarian di sebuah bandara terbengkalai di selatan Isfahan dengan dalih mengevakuasi pilot dari pesawat yang jatuh, telah digagalkan sepenuhnya," kata juru bicara Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, melalui pernyataan seperti dikutip AFP.
Dalam pernyataan video yang disiarkan televisi pemerintah, ia mengatakan bahwa "dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk dihancurkan" selama operasi tersebut.
Ia menambahkan bahwa Trump melontarkan "retorika kosong dan pengalihan isu, meskipun fakta di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat."
Media Iran juga menayangkan gambar puing-puing hangus yang berserakan di area gurun, dengan asap masih mengepul dari lokasi tersebut.
Media Iran melaporkan bahwa serangan selama operasi penyelamatan itu menewaskan lima orang di wilayah barat daya, meskipun belum jelas apakah mereka warga sipil atau personel militer.
Sejak Jumat, media Iran juga menyiarkan rekaman yang memperlihatkan warga setempat, sebagian membawa bendera dan senapan, turut mencari pilot tersebut setelah pihak berwenang menawarkan imbalan bagi informasi yang mengarah pada keberadaannya.
(rds)
Add
as a preferred source on Google































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440135/original/042410700_1765423920-IMG-20251210-WA0008.jpg)


















