Daftar Kalori Kue Kering, 3 Butir Nastar Serupa Kalori Sepiring Nasi

1 day ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran rasanya tak lengkap tanpa kehadiran kue kering. Tapi hati-hati, kue kering cukup tinggi kalori hingga konsumsinya perlu dibatasi.

Ada beberapa kue kering yang populer untuk momen Lebaran. Sebut saja kastengel, nastar, putri salju, sagu keju, hingga lidah kucing.

Kesemua kue kering itu umumnya terbuat dari tepung terigu. Dengan begitu, jumlah kalori di dalamnya juga tak terbilang sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan penelusuran melalui laman FatSecret, berbagai kue kering memiliki jumlah kalori yang berbeda.

Kastengel si kue keju favorit, misalnya, memiliki 21 kalori per satu buahnya. Kalori terdiri dari 1,12 gram (g) lemak, 2,24 g karbohidrat, dan 0.58 g protein.

Sementara kue putri salju memiliki 30 kalori dalam setiap satu buahnya. Rinciannya adalah 2 g lemak, 2,46 g karbohidrat, dan 0,6 g protein.

Masih berbahan keju, kue sagu keju memiliki 28 kalori dalam setiap satu buahnya. Terdiri dari 1,13 g lemak, 3, 65 g karbohidrat, dan 0,85 g protein.

Lidah kucing boleh jadi kue kering dengan kandungan kalori paling sedikit. Dalam setiap butirnya terdapat sekitar 18 kalori. Rinciannya 1 g lemak, 2,1 g karbohidrat, dan 0,2 g protein.

Sementara nastar menjadi kebalikan dari kue lidah kucing. Nastar boleh jadi kue kering dengan kandungan kalori tertinggi.

Tak main-main, setiap butir kue nastar mengandung sekitar 75 kalori. Rinciannya 2,14 g lemak, 12,66 g karbohidrat, dan 1,14 g protein.

Tiga butir nastar bahkan sama dengan kalori dalam sepiring nasi. Dalam sepiring nasi umumnya tersimpan 204 kalori.

Hal yang sama juga berlaku pada kue putri salju. Tujuh butir kue salju sama dengan kalori sepiring nasi.

Bahaya kalori berlebih tak cuma BB naik

Ilustrasi berat badanIlustrasi. Bahaya kalori berlebih tak cuma bikin berat badan naik. (iStock/tortoon)

Kue kering memang cocok dijadikan camilan untuk menemani waktu santai saat Lebaran. Tapi, tetap batasi konsumsinya. Asupan kalori berlebih bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Tak cuma bisa meningkatkan berat badan, tapi asupan kalori berlebih juga bisa memicu masalah lainnya. Mengutip Healthline, salah satunya adalah mengganggu fungsi otak.

Sebuah studi pada orang dewasa menemukan, kelebihan berat badan berdampak negatif terhadap fungsi otak.

Dalam jangka waktu pendek, Anda juga bisa mengalami mual akibat makan berlebih. Hal ini bisa terjadi karena lambung yang terlalu penuh.

Selain membuat lambung 'over capacity', makan berlebih juga bisa memicu produksi gas dan kembung.

Yang terakhir, makan berlebih juga bisa membuat energi menurun. Alih-alih menikmati momen hangat bersama keluarga dengan cerita, tubuh malah merasa lemas.

Kondisi di atas bisa disebabkan oleh hipoglikemia reaktif, di mana kadar gula darah turun setelah makan berlebih. Gula darah rendah biasanya dikaitkan dengan gejala mengantuk, lemas, detak jantung cepat, dan sakit kepala.

(asr/asr)

Read Entire Article
Entertainment |