Efisiensi, Unilever Tekan Biaya Tenaga Kerja hingga 20 Persen

8 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengungkap langkah efisiensi besar pada struktur biaya operasional, termasuk penyesuaian tenaga kerja yang menghasilkan penurunan biaya sumber daya manusia lebih dari 20 persen.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat daya saing biaya.

"Kami telah menata ulang biaya tenaga kerja sehingga berhasil mengamankan penurunan lebih dari 20 persen. Hal ini memungkinkan struktur biaya kami lebih kompetitif, dengan manfaat yang mulai terasa sejak 2026," ujar Benjie dalam konferensi pers secara daring, Kamis (12/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan efisiensi itu merupakan bagian dari transformasi operasional yang lebih luas. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penguatan fundamental bisnis yang didorong peningkatan volume penjualan, kontribusi harga, serta efisiensi biaya produksi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan inti bisnis perusahaan semakin produktif dan kompetitif.

"Pada 2025, kami melihat fundamental bisnis yang lebih kuat. Volume tumbuh 4,8 persen, kontribusi harga 2,8 persen, dan kami mencatat peningkatan efisiensi biaya produksi per ton sebesar 10 persen berkat program transformasi dan produktivitas," katanya.

Meski kinerja operasional membaik, tekanan eksternal seperti inflasi bahan baku, terutama minyak sawit, serta faktor nilai tukar tetap memengaruhi margin.

Ia menyebut margin kotor kuartal IV-2025 sempat menurun karena biaya transformasi yang telah dikomunikasikan sebelumnya, namun biaya tersebut bersifat satu kali dan diharapkan memberi dampak positif pada 2026.

Perusahaan juga menjalankan strategi efisiensi lain di rantai pasok, termasuk integrasi hulu rantai nilai sawit, peningkatan otomatisasi pabrik, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk perawatan prediktif, serta penerapan lini produksi fleksibel berkecepatan tinggi.

Selain itu, disiplin biaya pada pos operasional turut diperketat sehingga rasio beban biaya penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) turun signifikan.

"Basis biaya kami kini lebih ramping, produktif, dan skalabel," ujar Benjie.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Read Entire Article
Entertainment |