Elon Musk Luncurkan Proyek Produksi Chip, Terafab

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk meluncurkan proyek manufaktur chip pada Sabtu (21/3) yang dinamakan Terafab. Proyek ini bakal dijalankan Tesla dan SpaceX serta dibantu xAI.

Proyek ini bertujuan mengintegrasikan secara vertikal seluruh proses pengembangan chip, mulai dari desain, pengujian hingga produksi dalam satu fasilitas. Cara ini berbeda dari sistem industri sekarang yang setiap bagian itu merupakan tanggung jawab perusahaan berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musk mengatakan Terafab menargetkan menghasilkan kekuatan komputasi skala terawatt setiap tahun. Sebagai gambaran 1 terawatt setara 1 triliun watt.

Kinerja Terafab akan dipakai buat mendukung kendaraan otonom, robot humanoid dan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di masa depan.

Ada dua jenis chip yang bakal dikembangkan. Salah satunya didesain untuk kendaraan dan robotika, sedangkan satu lainnya, disebut D3, khusus buat penggunaan di angkasa luar.

Menurut Musk bagian sentral Terafab adalah komputasi AI berbasis ruang angkasa, yang dimungkinkan karena didukung satelit bertenaga surya sebagai penampung pusat data di orbit.

Satelit ini diharapkan awalnya beroperasi sekitar 100 kilowatt dan berpotensi meningkat hingga tingkat megawatt, memanfaatkan energi matahari yang konstan untuk mengurangi biaya dibanding sistem berbasis di bumi.

"Tujuannya adalah untuk menghasilkan lebih dari 1 TERAWATT daya komputasi per tahun (logika, memori, dan pengemasan) dengan sekitar 80 persen untuk ruang angkasa dan sekitar 20 persen untuk di darat," tulis Musk dalam sebuah unggahan di X.

"Tujuannya adalah triliunan watt komputasi/tahun. Sebagian besar harus di angkasa luar, karena kapasitas listrik di AS hanya 0,5 TW," tulis Musk di X.

Musk menguraikan selama peluncuran bahwa tujuannya adalah memenuhi permintaan chip yang sangat besar di masa depan yang didorong sistem tenaga surya berbasis ruang angkasa, satelit AI, dan penyebaran robot Tesla Optimus skala besar.

"Semua ini membutuhkan chip: 100-200 GW chip untuk Optimus saja, ditambah terawatt untuk satelit AI bertenaga surya. Itu lebih dari yang dapat disediakan oleh semua produsen chip di dunia saat ini, atau bahkan pada 2030 (berdasarkan proyeksi pertumbuhan produksi)," tulis Tesla dalam sebuah unggahan di X.

Terafab diposisikan sebagai cara untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan manufaktur yang ada dan skala yang dibutuhkan untuk ambisi ruang angkasa dan AI di masa depan.

Visi membangun "peradaban galaksi" melalui Terafab sesuai dengan misi ambisius Musk yang sudah dia sampaikan selama
bertahun-tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, ide-ide ini telah menghadapi penundaan berulang dan gagal memenuhi jadwal awal.

Pengumuman terbaru ini juga muncul tak lama setelah SpaceX mengindikasikan pergeseran prioritas jangka pendek dari Mars ke Bulan, yang menunjukkan bahwa rencana jangka panjangnya untuk koloni Mars mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

Masih belum jelas bagaimana biaya pembangunan Terafab akan dibagi antara SpaceX dan Tesla, meski ada laporan menunjukkan Tesla kemungkinan yang akan menanggung sebagian besar beban keuangan.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |