Kakorlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengimbau pemudik tak melakukan perjalanan balik pada 24 Maret demi menghindari terjadinya penumpukan kendaraan. Tanggal itu telah diprediksi menjadi titik puncak arus balik, selain itu diperkirakan juga pada 28 hingga 29 Maret.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan kita yang saat ini berada di kampung halaman, agar supaya karena arus puncak baliknya itu tanggal 24, agar mengharapkan tidak kembali pada tanggal itu, supaya tidak terjadi penumpukan," kata Agus kepada wartawan, Minggu (22/3).

Agus kembali mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA). Dengan demikian, diharapkan arus kendaraan yang melakukan perjalan balik tidak menumpuk pada satu waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Silakan manfaatkan work from anywhere tanggal 26, 27, 28 itu masih work from anywhere. Mungkin bisa kembali di tanggal 26, tanggal 27," ujarnya.

Agus mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kepadatan saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi dua tahap tersebut.

"Moga-moga dengan dua tahap ini nanti bisa terurai sehingga arus balik yang di tanggal 24, nanti bisa kita kelola dengan baik. Pasti akan kami lakukan one-way nasional arus balik yang rencananya sesuai dengan arahan Bapak Kapolri," ucap Kakorlantas.

Dalam pantauannya, Kakorlantas menyebut perkembangan volume kendaraan selama mudik dan balik pascalebaran. Ia menyebut situasi lalu lintas cukup terkendali. Menurutnya, perkembangan arus lalu lintas terkendali meski terjadi peningkatan pergerakan kendaraan di sejumlah wilayah.

"Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik," kata Kakorlantas.

Kakorlantas menuturkan peningkatan arus tersebut sejalan dengan hasil prediksi dan pemantauan berbasis teknologi, khususnya pada pergerakan aglomerasi di wilayah Semarang Raya, hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

"Beberapa wilayah yang mengalami peningkatan pergerakan antara lain Semarang Raya, Jabodetabek, serta kawasan wisata di Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat. Tempat-tempat wisata tersebut cukup diminati masyarakat yang sedang menikmati masa liburan," ungkapnya.

"Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada tanggal 24 (Maret 2026), sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja," sambungnya.

(fea/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |