Elongasi Hilal di Aceh Nyaris Lolos Kriteria, Idul Fitri Potensi Sabtu

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Posisi hilal di sebagian wilayah Aceh menjelang 1 Syawal 1447 Hijriah disebut "nyaris" memenuhi kriteria visibilitas. Namun, parameter elongasi yang masih di bawah ambang batas membuat hilal tetap belum memenuhi syarat penentuan awal Lebaran Idul Fitri 1447 H.

Anggota tim rukyatul hilal Kementerian Agama Republik Indonesia, Cecep Nurwendaya, menjelaskan berdasarkan kriteria MABIMS, dua parameter utama yang harus dipenuhi adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

"Sebagian wilayah Provinsi Aceh sudah memenuhi parameter tinggi hilal minimum 3 derajat. Namun belum memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat. Padahal syaratnya wajib dua-duanya terpenuhi, bukan salah satu," kata Cecep dalam paparannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci, dari 23 kabupaten/kota di Aceh, terdapat 11 wilayah yang telah mencapai tinggi hilal di atas 3 derajat, dengan titik tertinggi sekitar 3,13 derajat di Sabang. Meski demikian, nilai elongasi di wilayah tersebut masih berada di bawah ambang batas.

"Elongasi tertinggi di Banda Aceh hanya sekitar 6 derajat 6 menit atau 6,1 derajat. Banyak yang mengira itu sudah 6,6 derajat, padahal secara desimal masih 6,1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria 6,4 derajat," ujarnya.

Menurut Cecep, elongasi menjadi faktor krusial karena menentukan ketebalan hilal. Semakin besar elongasi, hilal akan tampak semakin tebal dan lebih mudah diamati.

"Walaupun tingginya sudah memenuhi, tetapi hilalnya masih terlalu tipis. Belum cukup tebal untuk bisa terlihat karena elongasinya belum mencapai syarat imkan rukyat," katanya.

Secara nasional, kondisi serupa juga terjadi. Tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, sementara elongasi berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat. Artinya, tidak ada satu pun wilayah yang memenuhi kedua parameter sekaligus.

Dengan kondisi tersebut, hilal secara teknis dinyatakan belum memenuhi kriteria visibilitas. Pemerintah tetap akan melakukan rukyat sebagai bagian dari prosedur penetapan, meski peluang terlihatnya hilal sangat kecil.

"Secara teoritis, hilal tidak mungkin dapat dirukyat karena posisinya berada di bawah kriteria visibilitas saat matahari terbenam," kata Cecep.

Ia menambahkan, meski selisih elongasi di Aceh tergolong tipis, hal itu tetap tidak dapat ditoleransi dalam kriteria yang berlaku.

"Ini bukan soal hampir atau tidak, tetapi harus memenuhi batas minimal yang sudah ditetapkan. Karena itu, meski nyaris, tetap belum bisa dijadikan dasar penetapan awal Syawal," kata Cecep.

(lau/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Entertainment |